Volume Ekspor Semen Indonesia Ditarget Tembus 2 Juta Ton

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi semen. ANTARA/Noveradika

    Ilustrasi semen. ANTARA/Noveradika

    TEMPO.CO, Jakarta - Volume ekspor semen diproyeksikan menembus 2 juta ton pada 2016. Produsen semen mengoptimalkan pasar ekspor di bawah tekanan kondisi kelebihan pasok di pasar domestik.

    Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) WIdodo Santoso memaparkan volume ekspor semen tahun ini melanjutkan tren pertumbuhan tajam.

    Dia memproyeksikan tahun ini volume ekspor semen dalam bentuk clinker maupun sak menembus 2 juta ton atau tumbuh dua kali lipat dibandingkan 2015.

    Pertumbuhan volume ekspor semen, menurutnya, merupakan berita baik di tengah kelesuan permintaan domestik. Volume konsumsi semen dalam negeri tahun ini diperkirakan tidak akan melebihi 3%, di bawah target pertumbuhan 5% yang ditetapkan ASI pada awal 2016.

    Volume penjualan semen merosot 7,9% year on year pada Oktober menjadi 6,06 juta ton. Penjualan semen pada Januari—Oktober 2016 tarcatat sebanyak 50,76 juta ton atau naik 1,6% dibandingkan periode yang sama pada 2015.

    Negara tujuan ekspor semen dari Indonesia adalah Australia, Bangladesh, Filipina, Sri Lanka, Timor Leste, Maladewa, dan beberapa negara di Afrika.

    “Prediksi kenaikan konsumsi semen 4%—5% tidak bisa tercapai tetapi tahun ini, Alhamdulillah, ditargetkan ekspor clinker dan semen sekitar 2 juta ton,” kata Widodo, Kamis (10 November 2016).

    Kinerja ekspor tahun ini mempertahankan tren positif pada kinerja penjualan luar negeri produsen semen di Tanah Air. Volume ekspor semen sebelumnya naik 280% dari sekitar 0,27 juta ton pada 2014 menjadi 1 juta ton pada 2015.

    Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Agung Wiharto mengatakan pertumbuhan juga terjadi pada penjualan ekspor grup Semen Indonesia. Namun, kenaikan volume ekspor semen kelompok usaha BUMN tersebut tidak setajam total kenaikan ekspor seluruh produsen nasional.

    Dia menjelaskan pasar ekspor bukan prioritas bagi Semen Indonesia maupun mayoritas produsen semen di seluruh dunia. Harga satuan semen yang cenderung murah dan biaya angkut yang tinggi membuat pasar ekspor kurang menarik bagi produsen semen.

    “Tidak ada perusahaan semen yang mendirikan pabrik konsentrasi pada pasar ekspor. Mahal diongkos dan harga per kilogram murah,” jelas Agung.

    Agung memaparkan sebagian besar ekspor Semen Indonesia bertujuan ke negara-negara yang sudah puluhan tahun menjadi pasar anak perusahaan. Maladewa merupakan pasar tradisional PT Semen Padang (Persero), sedangkan Timor Leste sudah menjadi pasar PT Semen Tonasa (Persero) sejak masih menjadi salah satu provinsi Indonesia.

    “Pemikiran kami adalah di tengah pasar domestik yang lesu, pasar-pasar ekspor itu harus kami pertahankan. Biarpun kecil kita maintain terus,” kata Agung, Jumat (11/11/2016)

    Volume ekspor Semen Indonesia naik 15,2% dari 419.767 ton pada Januari—Oktober 2015 menjadi 483.745 ton pada periode yang sama tahun ini.

    Kontributor ekspor terbesar adalah Semen Padang yang mengekspor 373.800 ton semen sepanjang Januari—Oktober 2016. Adapun volume ekspor Semen Tonasa naik 68,3% menjadi 109.944 ton pada Januari—Oktober 109.944 ton.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.