Donald Trump Menang, Bursa Saham Filipina Jatuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pialang memantau pergerakan saham pada layar monitor di Mandiri Sekuritas, Jakarta, 8 April 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Seorang pialang memantau pergerakan saham pada layar monitor di Mandiri Sekuritas, Jakarta, 8 April 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar saham Filipina menderita kerugian terbesar tahun ini pada Jumat, 11 November 2016, menyusul serangkaian perkembangan-perkembangan mengejutkan pekan ini.

    Indikator utama Bursa Efek Filipina (PSE) menukik 2,88 persen atau 206,78 poin menjadi ditutup pada 6.975,09, sedangkan indeks seluruh saham anjlok 2,36 persen atau 102,05 poin menjadi 4.220,21.

    Volume perdagangan mencapai 861 juta saham senilai 9,48 miliar peso Filipina (US$ 194,80 juta), dengan 152 saham menurun, 28 maju, dan 45 saham tidak berubah.

    Semua enam sektor turun, dipimpin sektor perusahaan induk.

    "Pemilu Amerika Serikat berakhir dan ini adalah salah satu ketidakpastian bagi pasar untuk dipikirkan saat ini," kata analis Justino Calaycay dari A&A Securities Inc dalam komentar pasar saham harian.

    Donald Trump memenangkan pemilihan Presiden Amerika Serikatpada Rabu, mengejutkan pasar dan menekan saham, demikian dikutip dari Xinhua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.