Pangan Aman, Mendag: Kecuali Cabai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan dan Ketua KPPU, Enggartiasto Lukita saat selesai seminar KPPU di Balai Sudirman, Jakarta, 26 Oktober 2016. TEMPO/Tongam

    Menteri Perdagangan dan Ketua KPPU, Enggartiasto Lukita saat selesai seminar KPPU di Balai Sudirman, Jakarta, 26 Oktober 2016. TEMPO/Tongam

    TEMPO.COJakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah masih terus memantau pergerakan harga pangan, baik mengenai harga maupun persediaan sampai akhir tahun dan tahun depan.

    "Kan harga gula sudah mulai turun, kalau cabai memang masih menjadi persoalan," ujar Menteri Enggar dalam media briefing di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat, 11 November 2016.

    Menurut Enggar, mengenai harga cabai yang masih tinggi, pemerintah tidak dapat mengintervensi pasar dengan membuka impor cabai. "Bisa dimusuhi petani, lagian enggak mungkin juga impor cabai karena tidak tahan lama," katanya.

    Masalah cabai ini disebabkan kondisi iklim yang tidak menguntungkan petani selama masa panen karena hujan. Adapun stok masih ada dan telah ditetapkan harga acuan referensi dari pemerintah. "Tapi ya karena iklim sesaat ini saja memang," tuturnya.

    Untuk bawang, saat ini harga juga mulai menurun dengan memperhatikan supply dan demand seperti apa pemenuhannya. Sama halnya dengan beras dengan kondisi harga dan stok aman. "Beras stoknya aman sampai Maret 2017," ucapnya.

    Menurut Enggar, pemerintah akan tetap menghindari impor pangan bila tidak mendesak sama sekali.

    ODELIA SINAGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.