Kereta Rangkasbitung-Labuan Ditargetkan Beroperasi 2020

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas perawat rel wesel memberi oli saat petugas kepolisian dan PJKA melakukan pengecekan rutin Operasi Rahmadania 2016 di kawasan jalur kereta api stasiun Purwosari, Surakarta, Jawa Tengah, 16 Juni 2016. Pengecekan tersebut guna memastikan keamanan jalur kereta api saat mudik lebaran nanti. TEMPO/Bram Selo Agung

    Petugas perawat rel wesel memberi oli saat petugas kepolisian dan PJKA melakukan pengecekan rutin Operasi Rahmadania 2016 di kawasan jalur kereta api stasiun Purwosari, Surakarta, Jawa Tengah, 16 Juni 2016. Pengecekan tersebut guna memastikan keamanan jalur kereta api saat mudik lebaran nanti. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Pandeglang Irna Narulita mengharapkan reaktivasi jalur rel kereta api dari Rangkasbitung (Lebak) sampai Kecamatan Labuan (Pandeglang) bisa rampung 2020. "Syukur-syukur kalau bisa dirampungkan lebih cepat," katanya pada Focus Group Discussion (FGD) di Pandeglang, Kamis (10 November 2016).

    Irna menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan tentang rencana pengaktifan kembali jalur kereta api tersebut. "Lebih bagus kalau dalam satu-dua tahun rel kereta apa itu sudah bisa digunakan, karena dengan begitu ekonomi masyarakat akan hidup, khususnya di wilayah stasiun kereta," ujarnya.

    Irna juga mengapresiasi acara FGD ini, karena sejauh ini pemerintah daerah belum tahu banyak mengenai perkembangan rencana proyek tersebut. "Sampai saat ini kami belum tahu seberapa jauh perkembangannya, dan berapa stasiun kereta yang akan di bangun," ujarnya.

    Kasi Penataan Jaringan Ditlaka Ditjen Kereta Api Jumanto menyampaikan sebelum melakukan pembangunan akan dilakukan sosialiasasi terlebih dahulu. Ada dua hal juga yang harus dipersiapkan yakni penertiban dan pengadaan lahan. "Karena jalur kereta yang mati saat ini masih dimanfaatkan oleh warga. Agar laju kereta bisa 60 km per jam harus ada pelebaran untuk jalur kereta dari yang sudah ada saat ini," ujarnya.

    Jumanto menjelaskan, tidak semuanya reaktifasi karena beberapa hal, salah satunya adalah harus bisa bersaing dengan moda transportasi darat lainnya, mengingat kereta api ini juga harus mengakomodisi perjalanan dan ketepatan waktu.

    "Jadi kalau dibandingkan jalan raya, kalau kecepatannya lebih rendah tidak akan laku, sehingga ada perbaikan lengkung-lengkung supaya kecepatan kereta bisa seimbang dengan jalan raya," katanya.

    Upaya menghidupkan kembali transportasi kereta api tidak mudah, dan biasanya ada saja kendala di lapangan. seperti rel kereta api yang sudah rusak dan lainnya.

    "Kendala di lapangan banyak, salah satunya adalah mengganti trek, jembatan kereta yang tidak berfungsi, stasiun kereta yang sudah beralih fungsi dan lain sebagainya. Kalau untuk anggaran yang kita gunakan sampai demuanya beroperasi sekitar Rp1 triliun," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.