Perluasan Bandara Syamsudin Noor Dimulai Akhir 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap cukup tebal di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Kalsel. ANTARA/Herry Murdy Hermawan

    Asap cukup tebal di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Kalsel. ANTARA/Herry Murdy Hermawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I mengatakan proses lelang pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin diperkirakan selesai pada akhir November ini sehingga pengerjaan fisik sudah bisa dimulai pada akhir Desember 2016.

    "Kami optimistis pembangunan fisik bisa dimulai awal Desember karena saat ini masih proses lelang yang diperkirakan akhir November sudah ada pemenang," kata Manajer Proyek Pengembangan Syamsudin Noor, Toachid Purnomo di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis, 10 November 2016.

    Purnomo mengatakan proses pelelangan pengembangan bandara paket tahap II yang diikuti oleh enam perusahaan sudah memasuki tahap akhir dan sudah masuk tahap evaluasi harga. "Jika direksi sudah menyetujui harga dan pemenang lelang ditetapkan akhir November, maka pelaksanaan pekerjaan fisik paket II sudah bisa dimulai awal Desember 2016," ungkapnya.

    Nilai proyek paket II yang dilaksanakan lebih dulu dibanding paket I sekitar Rp900 miliar meliputi pekerjaan infrastruktur, bangunan penunjang, dan apron atau tempat parkir pesawat. "Proyek paket II memang dikerjakan lebih dulu karena paket I gagal lelang akibat adanya kenaikkan nilai dolar AS sehingga harga material harus dihitung ulang," ungkapnya.

    Menurut dia, pelaksanaan paket II diperhitungkan memakan waktu 18 bulan dan seiring pelaksanaan pekerjaan akan dilakukan pelelangan paket I meliputi pembangunan terminal dan fasilitasnya.

    Proyek pengembangan bandara Syamsudin Noor menjadi bandara internasional yang sudah direncanakan sejak 2011 diharapkan tidak terkendala lagi terutama terkait pembebasan laham yang sampai sekarang belum tuntas.

    "Informasi yang kami terima sisa lahan yang belum dibebaskan akan dieksekusi pada akhir November bersamaan dengan pengerjaan awal sehingga tidak ada lagi kendala," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?