Disnakertrans: Bogor Jadi Percontohan e-Warung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunjukkan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera saat dibagikan oleh Presiden Joko Widodo di Kantor Pos Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, 13 Mei 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Warga menunjukkan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera saat dibagikan oleh Presiden Joko Widodo di Kantor Pos Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, 13 Mei 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor Annas S. Rasmana mengatakan Bogor dijadikan sebagai pilot project pelayanan e-Warung. Menurutnya, melalui e-Warung akan terlihat apakah masyarakat miskin benar-benar mendapatkan haknya secara transparans.

    Menurutnya, melalui e-Warung tersebut, pemilik kartu bisa menggunakannya untuk membeli kebutuhan dengan harga yang lebih murah dibanding warung biasa. “Sekarang sudah digunakan 200 kepala keluarga miskin dan tahun ini akan dibuat delapan titik e-warung di enam kecamatan se-Kota Bogor,” ujarnya, Rabu (9 November 2016).

    Sebelumnya, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meresmikan e-Warung di Kota Bogor beberapa waktu lalu.

    Melalui E-Warung tersebut para penerima  program keluarga harapan (PKH) akan mendapatkan single card yang sudah bekerja sama dengan empat bank pekat merah yakni BNI, BRI, BTN dan Bank Mandiri.

    Single card tersebut sudah berisi top up Rp110.000 per bulan sebagai bantuan non tunai dalam bentuk ATM.

    Penggunaan E-Warung tersebut diharapkan mampu mengedukasi masyarakat miskin untuk melek finansial melalui teknologi. Kementerian Sosial menargetkan 44 kabupaten/kota sudah memberlakukan 302 E-Warung hingga Desember tahun ini. Masing-masing E-Warung melayani sekitar 1.000 PKH.

    Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan e-Warung merupakan program inisiatif dari Kemensos RI didukung dengan BNI serta dukungan dari Pemkot Bogor sebagai penyedian tempat sekaligus memantau keberhasilan dari e-warung. “Kami memastikan program ini benar-benar diterima warga miskin dan menunjukan transparansi bantuan sosial yang disalurkan,” ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.