Pembangunan Pabrik Baturaja II Rapung Akhir 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT.Semen Baturaja Tbk. Pamudji Rahardjo. TEMPO/Imam Sukamto

    Direktur Utama PT.Semen Baturaja Tbk. Pamudji Rahardjo. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Semen Baturaja (Persero) Tbk menargetkan pembangunan pabrik Baturaja II selesai pada akhir Semester I/2017 sehingga bisa menunjang peningkatan produksi perseroan untuk menyasar pasar di Sumatra Bagian Selatan.

    Direktur Utama PT Semen Baturaja (SMBR) Pamuji Raharjo memproyeksi permintaan semen di Sumbagsel akan terus meningkat seiring pesatnya pembangunan di wilayah itu.

    "Nanti setelah ada pabrik baru, kapasitas produksi kami menjadi 3,8 juta ton, seharusnya bisa terserap semua di Sumbagsel. Kami prediksi permintaan mencapai 6 juta ton di empat provinsi itu pada 2018," katanya saat acara peringatan HUT SMBR ke-42 di Palembang, Rabu (9 November 2016).

    Diketahui, perseroan selama ini menjual semen ke empat provinsi di Sumbagsel, yakni Sumatra Selatan, Lampung, Jambi dan Bangka Belitung.

    Pamudji melanjutkan pabrik baru di Baturaja, Kabupaten OKU, Sumsel itu nantinya memiliki kapasitas produksi 1,85 juta ton per tahun.

    Menurutnya, proyek pembangunan pabrik Baturaja II itu menghabiskan dana Rp3,4 triliun, yang sumbernya dari dana IPO sebanyak Rp1,27 triliun dan pinjaman perbankan Rp1,3 triliun. Sementara sisanya bersumber dari kantong perusahaan.

    "Dari sisi pendanaan kami tidak begitu berat, kami telah melakukan penandatanganan perjanjian kredit sindikasi dengan BNI dan Bank Sumsel Babel untuk pembiayaan tersebut pada Mei 2016, sehingga kami akan punya beban utang senilai Rp1,3 triliun," ujarnya.

    Pamudji mengatakan proyek Pabrik Baturaja II itu juga akan menambah nilai aset perusahaan menjadi Rp5 triliun. Bahkan, perusahaan juga terus mematangkan pabrik baturaja III untuk mencapai visi pertumbuhan yang dirancang SMBR.

    Dia menambahkan saat ini kondisi industri semen secara nasional masih belum menunjukkan kenaikan penjualan signifikan, yang mana pertumbuhannya hanya mencapai 3,8% pada akhir kuartal III/2016.

    Padahal, kata Pamudji, Asosiasi Semen Indonesia merencanakan target pertumbuhan penjualan mencapai 5%--6% hingga akhir tahun ini.

    Dia melanjutkan data dari asosiasi itu juga menunjukkan bahwa total suplai semen nasional sampai dengan September 2016 mencapai 43,1 juta ton, sedangkan konsumsi (demand) semen nasional diperkirakan mencapai 45,9 juta ton.

    "Kondisi ini memberikan tekanan kepada seluruh produsen semen di Indonesia untuk berusaha memperluas pangsa pasar dengan berbagai cara, belum lagi diproyeksikan dengan mulai beroperasinya pabrik-pabrik baru dan masuknya produsen semen asing ke Tanah Air," katanya.

    Dia menilai banyaknya pemain baru di industri semen nasional tidak dibarengi dengan pertumbuhan demand. "Kami juga tertekan pada tahun ini karena penjualan sampai bulan lalu masih tertinggal dari RKAP," katanya.

    Meski demikian, perseroan masih bisa mencetak pertumbuhan penjualan 4% hingga Oktober 2016 (yoy).

    Pamudji memproyeksi penjualan hanya bisa terealisasi sekitar Rp1,65 juta ton dari target 1,7 juta ton. "Meski kinerja kami pada bulan lalu bisa baik tapi realisasi penjualan baru capai 1,3 juta ton. Paling tidak  sampai akhir tahun bisa 1,65 juta ton," katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?