Saham Hong Kong Jatuh Setelah Trump Menang Pilpres

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Tyrone Siu

    REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham-saham Hong Kong menyentuh tingkat terendah tiga bulan pada Rabu,9 November 2016 kehilangan keuntungan awal menjadi jatuh lebih dari dua persen, karena investor melepaskan aset-aset berisiko setelah Donald Trump mengklaim meraih kemenangan dalam pemilihan presiden AS.

    Indeks Hang Seng (HSI) turun 2,2 persen menjadi berakhir di 22.415,19 poin, sedangkan indeks HSCE (Hong Kong China Enterprises Index) turun 2,9 persen menjadi ditutup pada 9.378,66 poin.

    Mencerminkan meningkatnya kecemasan investor, Indeks Volatilitas HSI, ukuran tekanan pasar, melesat ke tertinggi baru hampir 26 pada satu titik, level tertinggi sejak keputusan Brexit pada Juni.

    Trump, yang telah memicu ketidakpastian atas sikapnya tentang kebijakan luar negeri, perdagangan dan imigrasi, mengguncang pasar dunia yang telah mengharapkan kandidat Demokrat, Hillary Clinton, mengalahkan orang luar politik.

    Banyak investor menarik perbandingan dengan pemungutan suara Brexit, ketika saham-saham Hong Kong jatuh hampir lima persen karena keputusan referendum Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa yang mengejutkan investor.

    Saham-saham jatuh di seluruh papan di Hong Kong, sementara obligasi pemerintah dan emas menguat, karena investor membuang saham-saham dan mencari aset-aset "safe haven".

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.