Dibuka Naik, IHSG Berbalik Melemah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pialang saham tengah memantau pergerakan index saham di Bank BNI, Jakarta, 1 Agustus 2016. IHSG bergerak menguat hingga hampir 2 persen, tepatnya 1,95 persen di posisi 5.317,85. Tempo/Tony Hartawan

    Seorang pialang saham tengah memantau pergerakan index saham di Bank BNI, Jakarta, 1 Agustus 2016. IHSG bergerak menguat hingga hampir 2 persen, tepatnya 1,95 persen di posisi 5.317,85. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG dalam perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 9 November 2016, dibuka menguat 7,34 poin atau 0,13 persen ke level 5.478,03. Sebelumnya, dalam perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat hingga 1,6 persen atau 84,47 poin di level 5.470,681.

    Namun, pada pukul 09.19 WIB, berdasarkan pantauan di RTI Business, indeks berbalik melemah, turun 33,81 poin atau 0,62 persen, ke level 5.436,87. Sebanyak 70 saham menguat, 118 saham melemah, 78 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan.

    Dari sepuluh indeks sektoral yang diperdagangkan di bursa efek, hampir semuanya mengalami koreksi, kecuali sektor perdagangan, yang masih menguat 0,1 persen. Sedangkan sisanya terkoreksi, paling banyak di sektor pertambangan, yang turun 1,9 persen dan sektor aneka industri turun 1,5 persen.

    Dari kawasan Asia, indeks kompak terkoreksi. Indeks Nikkei Jepang terkoreksi 0,86 persen ke level 17.023, indeks Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,86 persen ke level 22.482,9, indeks Shanghai Cina melemah 0,31 persen, dan indeks Strait Times Singapura terkoreksi 1,07 persen ke level 2.790,07.

    Menurut analis ekonomi dari First Asia Capital, David Sutyanto, saat ini pasar akan bergerak fluktuatif seiring berita-berita terkait dengan hasil perhitungan suara dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat. Sehingga kondisi pasar saham global ini akan mempengaruhi perdagangan hari ini.

    Namun ia memperkirakan IHSG akan bergerak dengan support di level 5.450 dan resistan di level 5.510, yang cenderung menguat terbatas. "Terutama dipicu sentimen optimisme atas hasil pilpres di Amerika Serikat yang akan dimenangi Hillary," ujar David dalam pesan tertulis.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.