Bappenas Ajak Investor Garap Infrastruktur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) mengajak investor untuk membangun infrastruktur di Indonesia. Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Indonesia memiliki peran strategis untuk bisa mewujudkan konektivitas di kawasan Asia Tenggara.

    "Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, dari segi ekonomi, Indonesia mempunyai peranan vital," ujar Bambang dalam acara ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum di Jakarta, Selasa, 8 November 2016.

    Bambang mengatakan saat ini Indonesia menjadi pasar potensial yang menjanjikan. Pemerintah, kata dia, mengajak para investor swasta lokal dan asing untuk bekerja sama melalui mekanisme public private partnership (PPP). "Kami sangat mendukung mekanisme PPP. Ini sangat krusial, pembangunan konektivitas ASEAN akan membawa kesejahteraan, terutama di daerah terisolasi," ujarnya.

    Baca: Google Tunggak Pajak Rp 5,5 T, Begini Pemerintah Menagih

    Seperti diketahui, negara-negara ASEAN telah mengadopsi Master Plan on ASEAN Connectivity 2025 (MPAC 2025) di Vientiane, Laos. The MPAC 2025 bertujuan untuk menciptakan lima agenda strategis di Asia Tenggara, yaitu pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, inovasi digital, kelancaran arus logistik, regulasi yang mendukung, dan kemudahan mobilisasi penduduk.

    Bambang menegaskan, untuk membangun kerja sama ini ada beberapa tantangan, yakni komitmen politik untuk konsisten membangun infrastruktur yang melibatkan swasta dan soal pendanaan. "Namun dengan adanya langkah konkret, kami yakin tantangan tersebut bisa dihadapi."

    FAJAR FEBRIANTO | SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.