Dirjen Pajak: Google Harus Bayar Pajak Tahun Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tony Kuesgen, Managing Editor Google Indonesia berpose dalam acara Google untuk Indonesia di Pacific Place, Jakarta, 9 Agustus 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Tony Kuesgen, Managing Editor Google Indonesia berpose dalam acara Google untuk Indonesia di Pacific Place, Jakarta, 9 Agustus 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi menargetkan Google Indonesia membayar pajak pada akhir 2016. "Harus tahun ini," katanya di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin, 7 November 2016. 

    Ken mengatakan pembayaran dilakukan setelah pemeriksaan terhadap perusahaan tersebut selesai. Dalam pemeriksaan, akan ada closing conference atau pembahasan akhir hasil pemeriksaan. 

    Ken mengatakan, dalam tahap tersebut, wajib pajak dan pemeriksa pajak akan membahas temuan pemeriksaan. "Isinya pernyataan kedua belah pihak," ujarnya. Nantinya pernyataan tersebut akan dituliskan ke dalam berita acara.

    Google Indonesia tercatat tidak membayar pajak meski memperoleh pendapatan di Indonesia. Google juga tidak mendaftarkan diri menjadi badan usaha tetap di Indonesia. Google, yang tidak terdaftar sebagai BUT, menyulitkan pemerintah menagih pajak kepada perusahaan tersebut. 

    Ditjen Pajak hingga saat ini belum menyebutkan jumlah total tunggakan pembayaran pajak Google. Namun tunggakan Google ditaksir sebesar Rp 5,5 triliun dalam lima tahun. 

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?