Padamkan Kebakaran Hutan, Riau Siapkan 2 Helikopter Bom Air

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter MI 17 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjatuhkan bom air di atas lahan yang terbakar di Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, 24 Juli 2014. ANTARA/FB Anggoro

    Helikopter MI 17 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjatuhkan bom air di atas lahan yang terbakar di Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, 24 Juli 2014. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau menyiapkan dua unit helikopter untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan hingga akhir tahun ini.

    Kepala BPBD Provinsi Riau Edwar Sanger mengatakan pihaknya menyiagakan dua unit helikopter yakni MI 171 dan Sikorsky. Helikopter itu akan dikerahkan untuk melakukan water-bombing jika titik api muncul di Riau.

    "Helikopter ini disiagakan jika sewaktu-waktu ada titik api yang muncul," katanya, Kamis, 5 November 2015.

    Edwar mengatakan Riau nihil titik api karena beberapa hari belakangan turun hujan. Namun, titik api bisa sewaktu-waktu muncul. Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Riau masih akan terus melakukan upaya pencegahan dengan melakukan modifikasi cuaca untuk menurunkan hujan.

    Pada hari yang sama, Satelit Terra dan Aqua menemukan 117 titik panas yang terpantau di Sumatra. Titik panas itu didominasi berada di Provinsi Sumatera Selatan. Satu helikopter dari BPBD Riau, yaitu Camorv dikerahkan ke Sumatera Selatan untuk melakukan pemadaman.

    Kebakaran hutan dan lahan itu tidak menimbulkan kabut asap, karena hujan turun di sejumlah wilayah Riau, selama beberapa hari.

    Kualitas udara di Pekanbaru telah membaik semenjak satu pekan silam. Kualitas udara berada pada level sedang dan baik. Saat kabut asap, kualitas udara sempat berada pada level berbahaya dalam beberapa pekan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.