Pemerintah Harapkan 100.000 Turis Rusia Kunjungi Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para wisatawan asing mengamati aneka ragam batik dalam acara Pameran Batik Indonesia Pusaka Dunia di Museum Nasional, Jakarta, 9 Oktober 2016. Pameran ini digelar sebagai gerakan dan wujud tanggung jawab bersama dalam pelestarian dan pengembangan batik Indonesia. TEMPO/Fajar Januarta

    Para wisatawan asing mengamati aneka ragam batik dalam acara Pameran Batik Indonesia Pusaka Dunia di Museum Nasional, Jakarta, 9 Oktober 2016. Pameran ini digelar sebagai gerakan dan wujud tanggung jawab bersama dalam pelestarian dan pengembangan batik Indonesia. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dewan Bisnis Indonesia-Rusia Mikhail Kuritsyun mengatakan bahwa jumlah turis Rusia ke Indonesia pada tahun-tahun mendatang diharapkan mencapai jumlah 100.000 dari angka 18.000 orang pada 2016.

    "Arus wisatawan dari Rusia juga harus dipulihkan, kami berharap dalam tahun-tahun mendatang, jumlah turis dari Rusia akan meningkat menjadi 100 ribu orang," kata Mikhail Kuritsyn dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (3 November 2016).

    Sektor pariwisata menjadi fokus pembahasan pada pertemuan forum bisnis tahunan Indonesia-Rusia yang digelar di Jakarta pada 31 Oktober lalu.

    Selain sektor pariwisata, juga dicapai sejumlah kesepakatan penting, di antaranya perusahaan JSC Rusnano yang berinvestasi ke dalam produksi berdasarkan perkembangan terbaru teknologi nano, dan perusahaan infrastruktur Indonesia dengan dukungan negara PT Wijaya Infrastruktur Indonesia yang menandatangani kesepakatan pembentukan Yayasan Dirgantara Antarbangsa (IASF).

    Lebih lanjut Kuritsyun mengatakan bahwa ia berharap agar warga Rusia tidak hanya datang mengunjungi Pulau Bali, tapi juga pulau-pulau lainnya.

    Penerbangan langsung antara Jakarta-Moskow akan menjadi stimulan untuk meningkatkan jumlah kunjungan, dan penerbangan nasional Indonesia Garuda Indonesia akan menjadi operator penerbangan antara Indonesia-Moskow sebelum kuartal kedua tahun 2017.

    Dalam rangkaian acara juga termasuk program meja bundar secara sektoral serta pertukaran kontak bisnis yang memungkinkan perusahaan Rusia dan Indonesia mendapatkan kesempatan untuk membahas secara rinci masalah kerja sama pada proyek-proyek tertentu.

    Pertemuan komisi antarpemerintah melahirkan banyak kemungkinan menarik bagi usaha kecil dan menengah di kedua negara.

    "Kami sangat mengharapkan perkembangan kerja sama lebih lanjut, tidak hanya kerja sama skala besar, tapi juga kerja sama lain dengan mempertimbangkan lingkungan nyata dan kebutuhan daerah-daerah tertentu dari kedua belah pihak. Untuk itu, Dewan Bisnis Rusia-Indonesia meluncurkan publikasi khusus dalam bahasa Indonesia, yaitu 'Rusia: Peluang Bisnis'," paparnya.

    Dewan Bisnis Rusia-Indonesia merupakan organisasi nonpemerintah yang didirikan untuk mempertemukan perwakilan bisnis antara Rusia-Indonesia, bertujuan untuk mengembangkan hubungan bisnis yang saling menguntungkan dalam rangka memperkuat dan memperluas perdagangan ekonomi, investasi, kerja sama ilmiah antarkedua negara.

    Tugas utama Dewan termasuk pelaksanaan dan promosi proyek ekonomi bersama Rusia dan Indonesia, menjalin kontak bisnis langsung antara pengusaha dari kedua negara, menarik dan melindungi investasi bersama.

    Forum Bisnis tersebut dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Ketua Kadin Rosan Roeslani, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Denis Manturov, serta Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Mikhail Galuzin.

    Di antara peserta yang terdaftar, terdapat lebih dari 150 delegasi yang mewakili sejumlah perusahaan Indonesia dan hampir 100 perwakilan perusahaan dari pihak Rusia, termasuk di antaranya perusahaan penting seperti Russian Railways, United Shipbuilding Corporation, Rosneft, Rusal, Rusnano, dan Rostech.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.