Antisipasi Demo 4 November, Pengamanan di SCBD Diperketat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengamanan masuk kawasan SCBD dipeketat, ojek dilarang masuk, 4 November 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    Pengamanan masuk kawasan SCBD dipeketat, ojek dilarang masuk, 4 November 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan pengamanan wilayah memeriksa tiap kendaraan yang hendak memasuki area Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, dengan sangat ketat. "Sesuai protap dan instruksi pimpinan, hari ini kami melakukan pengamanan ekstra terkait aksi massa di kawasan Monas," kata koordinator keamanan SCBD, Wardi, kepada Tempo, Jumat, 4 November 2016.

    Wardi menjelaskan, pihak pengamanan hanya membuka dua dari lima pos pintu masuk. “Yaitu pos 2 dan pos 4," ujar Wardi. "Tidak hanya antisipasi demo, pengamanan kami lakukan untuk antisipasi potensi terburuk."

    Dari pantauan Tempo, petugas keamanan memeriksa bawaan tiap pengendara sepeda motor. Kendaraan mobil boks yang ingin melintasi area SCBD juga dialihkan ke jalan lain.

    Sebelumnya, Kepala Departemen Pengelolaan dan Perencanaan Kawasan PT Danayasa Arthatama Tbk Dyah Rahayuningsih merilis surat edaran ke sejumlah manajer gedung di SCBD. Dalam surat tersebut disampaikan bahwa khusus pada Jumat ini, akses dari dan ke kawasan SCB mulai pukul 05.00 WIB ditutup.

    Pengaturan lainnya adalah pejalan kaki akan diperiksa di pintu-pintu kawasan dan ojek dilarang masuk ke kawasan. Selain itu hari ini tidak diperbolehkan ada kegiatan loading/unloading tenant-tenant kawasan.

    Adapun akses kendaraan yang dibuka akan tetap dilakukan pemeriksaan. “Pembukaan akses akan dilakukan dengan melihat kondisi keamanan kawasan,” ujar Dyah, seperti dikutip dari surat edaran yang diterbitkan 3 November 2016.

    REZA SYAHPUTRA | R.R. ARIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.