Rini: 34 Proyek PLN Mangkrak Bukan Bagian Program 35 Ribu MW

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (tengah) saat rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 1 November 2016. Sebanyak 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak akan dilaporkan ke KPK. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (tengah) saat rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 1 November 2016. Sebanyak 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak akan dilaporkan ke KPK. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan, 34 proyek PT PLN (Persero) yang mangkrak merupakan bagian dari fast track program (FTP) tahap I yang dimulai pada 2009. Sebanyak 34 proyek pembangkit listrik itu berkapasitas hanya sekitar 800 megawatt.

    "Itu bukan bagian dari proyek listrik 35 ribu megawatt. Tapi dari 34 itu, Presiden mengatakan, 'Ini bagaimana?'. Kemudian itu kami audit, telah selesai, dan sebagian besar akan diteruskan," kata Rini setelah menghadiri Forum BUMN di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis, 3 November 2016.

    Dalam rapat kabinet terbatas terkait dengan proyek listrik 35 ribu megawatt awal pekan ini, Presiden Joko Widodo meminta kejelasan ihwal 34 proyek pembangkit listrik oleh PLN yang mangkrak. Presiden bahkan mengancam bakal membawa persoalan proyek tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Baca: PLN Minta Kejaksaan Kawal Proyek Listrik Mangkrak

    Rini mengatakan, proyek listrik 35 ribu MW telah berjalan sesuai dengan rencana. Tanda tangan kontrak PPA, hampir mencapai 16 ribu MW. "Yang 7.000-8.000 ribu MW sudah financial closing. Kami harap, sebelum akhir tahun, akan ada beberapa ribu megawatt lagi financial closing," ujarnya.

    Menurut Rini, dalam proyek listrik 35 ribu MW, terdapat beberapa masalah terkait dengan pembebasan lahan dan amdal. Pembangunan transmisi terhambat oleh pembebasan lahan. "Tapi di Sumatera sudah terbangun transmisi 900 kilometer. Sampai 2019, targetnya 2.800 kilometer."

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?