Ketua LKPP Sebut Pekerja LPSE Sebagai Pasukan Hantu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Prabowo, Ketua LKPP (lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa). TEMPO/Frannoto

    Agus Prabowo, Ketua LKPP (lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa). TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Agus Prabowo mengapresiasi para pekerja di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Agus mengibaratkan para pekerja di LPSE sebagai pasukan hantu.

    "Mereka tidak dikenal, tapi kalau tidak ada, sistem pengadaan elektronik tidak berjalan," kata Agus Prabowo saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis 3 November 2016.

    Agus mengapresiasi para pekerja di LPSE, dengan menyebut mereka sebagai pionir. Hal ini karena tak pernah ada contoh dan referensi pengadaan secara elektronik sebelumnya di Indonesia. "Saya ucapkan terima kasih."

    Agus menghimbau kepada para pekerja di LPSE agar jangan takut mencoba sesuatu hal. Alasannya karena LPSE bekerja di sektor yang menjadi pionir, maka salah dan benar wajar terjadi. "Bisa salah, bisa benar, tapi tidak boleh tidak mencoba."

    Ketua LKPP mengatakan ini dalam acara Rapat Kerja Nasional LPSE 2016. Temanya adalah Penguatan Peran Serta LPSE Dalam Pembangunan Nasional. Pertemuan ini diketahui rutin diadakan setiap tahun, namun dengan tema yang berbeda.

    Kemudian Agus meminta agar di tiap Rakernas selalu menghasilkan inovasi. Dia tidak menginginkan pertemuan tiap tahun ini tidak menghasilkan inovasi-inovasi baru. "Kalau tidak ada (inovasi), tak usah dijalankan."

    Acara ini dihadiri pula oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.