Pengusaha Tuntut Aturan Kenaikan Sewa Lahan di Batam Dicabut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan dalam pembukaan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten,  11 Agustus 2016. TEMPO/PRAGA UTAMA

    Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan dalam pembukaan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, 11 Agustus 2016. TEMPO/PRAGA UTAMA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalangan pengusaha di Batam dan Kepulauan Riau merasa keberatan dengan ketentuan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) yang ditetapkan pemerintah. Mereka menganggap kenaikan uang sewa lahan yang ditetapkan Menteri Keuangan tak masuk akal.

    "Tarifnya sangat tidak sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini, naik tiga ribu persen lebih," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Provinsi Kepulauan Riau, Akhmad Ma'ruf Maulana, setelah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kallad di kantor Wapres, Jakarta, Rabu, 2 November 2016.

    Dalam pertemuan itu, belasan pengusaha mengeluhkan kenaikan tarif sewa lahan yang berlaku sejak 18 Oktober 2016. Mereka terdiri dari pengurus Kadin Provinsi Kepulauan Riau, Kadin batam, ataupun perwakilan pengurus dari sejumlah asosiasi-asosiasi industri, menyampaikan kepada Kalla agar pemerintah mencabut ketentuan tersebut.

    Ketentuan itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 148/PMK.05/2016 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum (BLU) BP Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) Batam (BP Batam). Kenaikan ini diantaranya meliputi tarif sewa lahan, pelabuhan, bandara.

    Menurut Maulana, kenaikan dalam situasi ekonomi saat ini sangat tidak masuk akal. Setelah adanya kenaikan, banyak aktivitas perusahaan yang mandeg, ekonomi stagnan, bahkan ada perusahaan yang tutup. "Semua perusahaan enggak bergerak. Per hari ini, Sanyo saja tutup," kata Maulana.

    AMIRULLAH

    Baca juga:
    Kejaksaan Jadwalkan Periksa Dahlan untuk Kasus Mobil Listrik
    Persija Lawan Persib di Solo, 2 Ribu Polisi Diturunkan

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.