Rusia Tingkatkan Kerjasama Militer Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan militer lapis baja Turki memantau situasi saat melakukan patroli di perbatasan antara Turki dan Suriah di dekat desa  Besarslan, provinsi Hatay, Turki, 1 November 2016. REUTERS/Umit Bektas

    Kendaraan militer lapis baja Turki memantau situasi saat melakukan patroli di perbatasan antara Turki dan Suriah di dekat desa Besarslan, provinsi Hatay, Turki, 1 November 2016. REUTERS/Umit Bektas

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Rusia berkomitmen terus meningkatkan kerjasama dengan Indonesia dalam sektor pertahanan dan keamanan.

    "Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan sejumlah perusahaan Rusia dalam gelaran Indo Defence 2016," ujar Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, dalam konferensi pers di dek kapal perang penghancur Rusia, Admiral Tributs-564, di Jakarta, Rabu 2 November 2016.

    Galuzin mengatakan, sejumlah perusahaan Rusia akan memamerkan berbagai arsenal canggih modern dalam acara tersebut.

    "Kerjasama Rusia dengan Indonesia sangat luas baik di bidang ekonomi, sosial, budaya maupun militer. Peningkatan kerjasama di berbagai bidang tersebut sangat penting bagi kedua negara di masa depan," ujar Galuzin.

    Ia mengatakan arsenal canggih yang dipamerkan Rusia dalam Indo Defence 2016 antara lain model pesawat tempur, kapal perang, kendaraan tempur darat maupun sistem pertahanan udara terbaru Rusia, S-400.

    Untuk memeriahkan pameran Indo Defence 2016, Galuzin mengatakan pemerintah Rusia mendatangkan Kapal perang Rusia, Admiral Tributs-564.

    Admiral Tributs-564 telah berlabuh di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (31 OKtober 2016).

    Kapal perang Rusia yang memiliki panjang 163 meter, lebar 19,02 meter, draft 8 meter, jarak jelajah 2.600 at 30 knots, 7.700 at 18 knots, bobot 6.955 ton itu dilengkapi berbagai persenjataan dan peralatan sensor.

    Onboard Deputy Commander of Flotilla of Pacific Fleet Rear Admiral Eduard Mikhailov mengatakan kapal yang digunakan untuk menghancurkan kapal selam akan berada di Jakarta hingga 5 November mendatang.

    "Kapal ini dibangun 30 tahun lalu di kota Leningrad dengan tujuan untuk menghancurkan kapal selam. Sebelum datang ke Jakarta persenjataan kapal ini dimodernisasi," kata Mikhailov.

    Ia mengatakan kapal perang anti selam ini memiliki awak sebanyak 325 orang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.