BRI Dorong 1 Juta UMKM Masuk Pasar Digital  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ATM Bank BRI. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    ATM Bank BRI. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta -  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyediakan 1 juta domain situs gratis kepada nasabah kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar bisa bertransaksi secara digital. Kebijakan ini turut mendorong target pemerintah agar 8 juta UMKM melakukan e-dagang pada 2020.

    "UMKM digital jadi tulang punggung untuk ekonomi Indonesia nantinya," kata Direktur Utama PT BRI Asmawi Syam di kantornya, Rabu, 2 November 2016.

    Menurut Asmawi, situs dagang ini akan menguntungkan nasabah UMKM Bank BRI agar menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, UMKM dapat memperbaiki manajemen usaha dan meningkatkan daya saing di pasar domestik dan pasar internasional.

    Direktur Konsumer Sys Apik mengatakan jumlah nasabah kredit UMKM BRI mencapai 9,5 juta orang. Sedangkan pemerintah mencatat terdapat 55 juta UMKM di seluruh Indonesia. "Dari sekian banyak, belum tentu semuanya terjangkau bank. Maka kami seleksi, lalu kirim ke kantor pusat serta kementerian Komunikasi dan Informatika untuk pendaftaran domainnya," ujarnya.

    Selain menyediakan domain, Bank BRI meluncurkan aplikasi e-UMKM dan e-Pasar. Aplikasi e-UMKM berupa iklan baris (directory) pada situs resmi bank yang menampilkan informasi dan kategori produk UMKM yang menjadi nasabah Bank BRI. Situs juga memuat daftar mitra UMKM binaan Bank BRI. 

    Adapun e-Pasar BRI adalah pasar online yang memberikan fasilitas dan layanan berupa pembaruan informasi mengenai harga dan stok komoditas di pasar, baik tingkat lokal, regional, maupun nasional, yang diperuntukkan bagi pedagang pasar ataupun pembeli yang menjadi nasabah Bank BRI. Bukan hanya itu, dengan e-Pasar BRI, nasabah juga dapat melakukan transaksi jual-beli secara online.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan masih terdapat puluhan juta UMKM lain yang belum terjangkau akses e-dagang. Untuk sementara, Kementerian Komunikasi akan bekerja sama dengan Bank BRI lantaran memiliki basis data UMKM terbanyak dibanding bank lain. "BRI saja sudah cukup, basis datanya besar. Kalau bisa seluruh UMKM di Indonesia masuk," katanya.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.