Januari-September 2016 Belanja Modal Antam Rp848,1 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Aneka Tambang Unit Geomin. Tempo/Arnold Simanjuntak

    Gedung Aneka Tambang Unit Geomin. Tempo/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - Korporasi tambang milik negara, PT Antam (Persero) Tbk., menggunakan belanja modal Rp841,8 miliar sepanjang Januari-September 2016.

    Berdasarkan data yang disiarkan oleh perseroan, belanja modal tersebut terdiri dari investasi rutin Rp190,1 miliar, investasi pengembangan Rp642,2 miliar dan biaya ditangguhkan Rp9,5 miliar.

    Belanja modal itu sebagian besar digunakan untuk investasi pengembangan terutama penyelesaian Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) dengan nilai sekitar Rp561,7 miliar pada September 2016.

    Seperti diketahui, Antam belum lama ini telah menyelesaikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara berkapasitas 2x30 megawatt yang merupakan bagian dari P3FP. Proyek itu sendiri diharapkan dapat beroperasi secara komersial pada akhir 2016.

    Proyek lainnya yakni Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH), Antam telah menunjuk konsorsium unincorporated Kawasaki Heavy Industries Ltd., dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., sebagai pemenang lelang kontrak rekayasa, pengadaan dan konstruksi (EPC) P3FH tahap 1 line 1 dengan kontrak senilai Rp3,42 triliun.

    Untuk mendukung berbagai proyek pengembangan itu, Antam telah mendapatkan sejumlah komitmen pendanaan dari berbagai lembaga keuangan. Belum lama ini perusahaan memperoleh komitmen pinjaman US$1,5 miliar dari PT Bank ICBC Indonesia.

    Dengan kerjasama itu, Antam dapat memperoleh pinjaman jangka pendek, termasuk untuk modal kerja, dan pinjaman jangka panjang untuk keperluan investasi, akuisisi, pendirian anak usaha, pembangunan pabrik baru serta pengembangan sarana produksi maupun distribusi.

    Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2016, emiten berkode saham ANTM itu membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp38,3 miliar setelah mengalami kerugian Rp1,04 triliun pada periode yang sama 2015.

    Direktur Keuangan Antam Dimas Wikan Pramudhito mengatakan pencapaian laba bersih itu menunjukkan kinerja finansial perseroan yang kembali ke jalur yang dapat memberikan profitabilitas dan imbal hasil yang baik kepada pemegang saham.

    “Optimalisasi produksi dan penjualan serta efisiensi yang berkelanjutan termasuk peningkatan penjualan bijih nikel ke smelter dalam negeri akan semakin diintensifkan sehingga kinerja Antam akan semakin positif,” paparnya dalam keterangan tertulis, Selasa (1 Novembefr 2016).

    Kinerja keuangan perusahaan itu ditopang dari penjualan bersih sebesar Rp6,45 triliun sepanjang Januari-September 2016. Dari penjualan itu, sebagian besar dengan porsi 59% merupakan penjualan untuk pasar ekspor senilai Rp3,79 triliun.

    Komoditas yang paling banyak dijual oleh perseroan adalah emas senilai Rp4,36 triliun atau sekitar 68% dari total penjualan perusahaan, diikuti oleh feronikel sebesar Rp1,49 triliun atau 23%, serta penjualan bijih nikel ke smelter dalam negeri senilai Rp248 miliar atau 4%.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.