Inflasi Oktober 0,14 Persen, Ini Pemicunya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga, sejak subuh, antre membeli gas elpiji 12 kg di salah satu penyalur elpiji besar di Bandung, Jawa Barat, (10/5). Setiap pembeli dibatasi hanya boleh membeli maksimal 2 tabung saja. TEMPO/Prima Mulia

    Warga, sejak subuh, antre membeli gas elpiji 12 kg di salah satu penyalur elpiji besar di Bandung, Jawa Barat, (10/5). Setiap pembeli dibatasi hanya boleh membeli maksimal 2 tabung saja. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Oktober 2016 terjadi inflasi 0,14 persen, antara lain karena adanya kenaikan tarif listrik, harga gas elpiji dan rokok, kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Selasa (1 November 2016).

    Menurut BPS, selama kurun itu 48 kota mengalami inflasi, yang tertinggi di Sibolga (1,32 persen) dan 34 kota mengalami deflasi, yang tertinggi di Sorong (1,10 persen).

    Inflasi, menurut BPS, terjadi karena ada kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran.

    Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik 0,24 persen; perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik 0,56 persen; kesehatan naik 0,29 persen; dan pendidikan, rekreasi, dan olahraga naik 0,10 persen.

    Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi meliputi kelompok bahan makanan (0,21 persen); kelompok sandang (0,31 persen); dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (0,03 persen).

    Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2016 tercatat 2,11 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun dari Oktober 2016 terhadap Oktober 2015 sebesar 3,31 persen menurut BPS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.