Menperin Minta Industri Kulit Perkuat Merek Nasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) yang baru Asman Abnur (kanan) dan Mantan Menpan-RB Yuddy Chrisnandi (kiri) pada acara serah terima jabatan di Kantor Kemenpan-RB, Jakarta 27 Juli 2016.  TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) yang baru Asman Abnur (kanan) dan Mantan Menpan-RB Yuddy Chrisnandi (kiri) pada acara serah terima jabatan di Kantor Kemenpan-RB, Jakarta 27 Juli 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meminta pelaku usaha industri kulit, alas kaki, dan aneka produk untuk memperkuat merek nasional agar bisa dikenal di dunia global.

    "Dengan menjadi merek global, produk kulit, alas kaki, dan aneka asal Indonesia akan dicari oleh dunia internasional," kata Airlangga saat Temu Usaha Menperin dengan Pelaku Usaha Industri Kulit, Alas Kaki, dan Mode di Jakarta, Selasa, 1 November 2016.

    Airlangga menyampaikan, selama ini, Indonesia masih menjadi basis manufaktur untuk produk kulit dengan merek-merek internasional dan belum memproduksi merek nasional. Padahal industri dalam negeri mampu memproduksi produk kulit, alas kaki, dan mode dengan kualitas internasional.

    Menurut Airlangga, belanja iklan menjadi hal yang tidak kalah penting dalam memperkenalkan merek-merek nasional, sehingga pemerintah bersama pelaku usaha perlu memprioritaskannya.

    Diketahui, industri kulit, alas kaki dan aneka mencakup sebelas kelompok industri, yaitu industri penyamakan kulit, industri barang dari kulit, industri alas kaki, industri kacamata, industri alat ukur waktu, dan industri musik.

    Selain itu, industri mainan, industri alat tulis, industri perhiasan, industri alat olahraga, dan industri pengolahan lainnya.

    Menurut data Kemenperin, pertumbuhan industri aneka hingga triwulan II/2016 mencapai 3,84 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3,93 persen.

    Kecenderungan penurunan terjadi pada industri pengolahan lainnya, seperti payung, korek api gas, rambut palsu, kancing sorong, yakni mengalami pertumbuhan negatif 3,63 persen.

    Sedangkan, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki mengalami pertumbuhan yang cukup baik mencapai 7,74 persen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?