2016 Guangdong 21st Century Maritime Silk Road International

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pameran dan pertemuan terbesar Food Ingredients Asia di Jakarta International Expo (JiExpo), Jakarta, Rabu 15 Oktober 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    Pameran dan pertemuan terbesar Food Ingredients Asia di Jakarta International Expo (JiExpo), Jakarta, Rabu 15 Oktober 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - 2016 Guangdong 21st Century Maritime Silk Road International Expo berakhir pada 30 Oktober 2016 dengan jumlah kerjasama ekonomi dan dagang antara Guangdong dan negara-negara di sepanjang Jalur Sutra, yang dikenal dengan istilah Belt and Road, mencapai rekor tertinggi. Menurut Panitia Penyelenggara pameran itu, sebanyak 700 proyek ditandatangani pada perhelatan tersebut dengan volume total sekira 206,8 juta yuan, naik 2,5% dibandingkan tahun lalu.

    Mengacu pada kedua pameran yang sukses pada tahun-tahun sebelumnya, Guangdong 21st Century Maritime Silk Road International Expo dilaporkan memperoleh reputasi tinggi di seluruh dunia dan peningkatan efek dari merk. Expo tahun ini menarik 73 negara (wilayah) dalam event dan 52 negara (wilayah) untuk pameran, yang di antaranya 39 negara (wilayah) membangun paviliun independen, sehingga jumlah keseluruhannya bertambah dibandingkan tahun lalu.

    Guangdong adalah salah satu titik pangkal Jalur Sutra Maritim kuno Tiongkok sekaligus pionir dalam reformasi dan pembukaan negara itu. Dalam beberapa tahun terakhir ini, Guangdong fokus pada tujuan membangun provinsi tersebut menjadi pusat kerjasama ekonomi dan dagang terpenting di sepanjang Jalur Sutra sebagaimana yang diberikan oleh negara, mengeksplorasi kerjasama secara komprehensif dengan negara-negara di Jalur Sutra di berbagai bidang termasuk konektivitas, investasi ekonomi dan dagang, kerjasama kapasitas produksi, inovasi teknologi dan pertukaran yang ramah.

    Kerjasama kapasitas produksi dan pengembangan inovatif diposisikan sebagai bidang utama dalam Belt and Road Initiative. Menurut forum Expo ini, dalam beberapa tahun terakhir ini, Guangdong telah berupaya keras dalam meningkatkan kerjasama kapasitas produksi. Guangdong Silk Road Fund telah ditetapkan dengan skala tahap pertama senilai 20 miliar yuan untuk bekerjasama dengan negara-negara terkait dalam pembangunan Huajian Industrial Park di Kenya, Qeshm Free Zone Iran, Melaka Gateway di Malaysia, China-Gizan Industrial Park di Arab Saudi, China-Belarus Industrial Park, dll.. Perusahaan terkemuka Guangdong seperti Huawei, ZTE, Midea dan TCL terus mengembangkan sayapnya ke negara-negara di sepanjang Jalur Sutra untuk berinvestasi dan membangun.

    Pada tahun 2015, perusahaan-perusahaan Guangdong dilaporkan menginvestasikan 480 juta dolar untuk 14 negara penting di sepanjang 21st Century Maritime Silk Road dengan kenaikan 56%. Dalam sembilan bulan pertama 2016, investasi aktual Guangdong ke 14 negara ini mencapai 490 juta dolar, naik 103,6% year on year, yang mewujudkan sepenuhnya basis yang kuat dan potensi besar kerjasama kapasitas produksi antara Guangdong dan negara-negara di Jalur Sutra.

    Sumber: Panitia Penyelenggara Guangdong 21st Century Maritime Silk Road International Expo.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.