Saratoga Raih Pertumbuhan Portofolio Investasi 36 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur Saratoga, Michael W.P. Soeryadjaya. Provident-agro.com

    Presiden Direktur Saratoga, Michael W.P. Soeryadjaya. Provident-agro.com

    TEMPO.COJakarta - PT Saratoga Investama Sedaya mencatat pertumbuhan nilai aset bersih dari portofolio investasi sebesar 36 persen dengan investasi Rp 18,5 triliun. Presiden Direktur Saratoga Michael W.P. Soeryadjaya mengatakan nilai ini dikontribusikan oleh fluktuasi harga pasar dari investasi yang terdaftar dan penambahan investasi baru.

    Menurut Michael, fundamental bisnis yang kuat, perkembangan sektor sumber daya alam, dan konsumer berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Ini tecermin dari kenaikan harga saham portofolio perusahaan investasi Saratoga yang terdaftar, seperti PT Adaro Energy dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (kode saham: MPMX).

    "Sepanjang kuartal III, kedua perusahaan investasi itu saja mampu mengkontribusikan pertambahan nilai investasi sebesar Rp 2,4 triliun bagi Saratoga," kata Michael dalam  keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 31 Oktober 2016.

    Pada kuartal III 2016, Saratoga menerima pendapatan dividen sebesar Rp 233 miliar dari perusahaan-perusahaan investasinya. Perusahaan itu adalah PT Tower Bersama Infrastructure dan PT Provident Agro. Pendapatan dividen yang diterima sebesar Rp 462 miliar. "Ini melebihi total beban usaha dan biaya bunga perusahaan tahun ini," ucapnya.

    Michael menambahkan, hasil ini menggambarkan fundamental perusahaan yang kuat dan model bisnis yang solid dari perusahaan-perusahaan investasi. “Strategi investasi yang dilakukan Saratoga di sektor-sektor strategis menjadi katalis utama pertumbuhan investasi perusahaan hingga kuartal III 2016." 

    Direktur Keuangan Saratoga Jerry Ngo mengatakan Saratoga berhasil menangkap potensi peluang pertumbuhan bisnis yang tinggi. Setelah merampungkan proses due diligence secara matang, pihaknya memutuskan melakukan investasi di PT Famon Awal Bros Sedaya (FABS). Grup ini tercatat memiliki dan mengelola empat rumah sakit terkemuka di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Makassar.

    Menurut Jerry, investasi di industri kesehatan merupakan salah satu strategi perusahaan untuk memperkuat portofolio investasi di sektor konsumer. "Ini sejalan dengan upaya Saratoga turut memperkuat layanan kesehatan yang berkualitas dan mendukung program pemerintah untuk meningkatkan layanan kesehatan nasional.” 

    ARKHELAUS W.

    Top Bisnis:
    Pengamat: Wajar Bila Pertamina Ditunjuk Jadi Holding Energi
    Menkominfo Canangkan Indonesia Negara Ekonomi Digital 
    Ada Sinyal, Diduga dari Pesawat Caribou yang Hilang di Ilaga 
    Krakatau Steel Minta Harga Gas Turun hingga 5 Dolar
    Kementerian Perhubungan Tawari Rusia Proyek Kereta Malang-Surabaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.