Genjot Laba, Garuda Optimalkan Penerbangan Umroh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat terbang komersil Airbus A330-300 (kiri) dan pesawat terbang komersil Boeing 777-300ER di hanggar Garuda Maintenance Facility, Cengkareng, Tangerang, 1 Februari 2016. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mendatangkan Airbus A330-300 dengan Super Diamond Seat Business Class pertama dan Boeing 777-300ER yang kesepuluh. TEMPO/Tony Hartawan

    Pesawat terbang komersil Airbus A330-300 (kiri) dan pesawat terbang komersil Boeing 777-300ER di hanggar Garuda Maintenance Facility, Cengkareng, Tangerang, 1 Februari 2016. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mendatangkan Airbus A330-300 dengan Super Diamond Seat Business Class pertama dan Boeing 777-300ER yang kesepuluh. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terus berupaya menggenjot perolehan labanya hingga akhir tahun. Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan potensi dari optimalisasi layanan penerbangan untuk perjalanan ibadah umroh.

    “Opportunity sampai akhir tahun umroh mulai meningkat terutama November dan Desember, jadi kita mintakan slot banyak sekali,” katanya  usai paparan kinerja Garuda Indonesia kuartal tiga 2016, di Kebon Sirih, Jakarta, Senin, 31 Oktober 2016.

    Arif menambahkan Garuda Indonesia bahkan telah menyiapkan penerbangan ekstra dari enam titik kota di Indonesia, untuk tujuan Madinah dan Jeddah. Keenam titik kota itu adalah Jakarta, Balikpapan, Solo, Makassar, Surabaya, dan Medan.

    Menurut Arif potensi tambahan penumpang yang diangkut juga besar. “Rata-rata kapasitas kita 300 penumpang, penerbangan dari Jakarta saja misalnya sehari bisa empat kali, jadi sudah 1.200 lalu dikali 30 saja.”

    Baca: Menkominfo Canangkan Indonesia Negara Ekonomi Digital 

    Selain itu, Arif menuturkan peluang lain yang dapat mendongkrak laba tahun ini adalah rencana pembukaan rute baru Jakarta-Mumbai, India via Bangkok, Thailand. “Itu tidak tambah fixed cost karena kita menggunakan pesawat yang sudah sampai Bangkok terus extend sampai Mumbai,” katanya.

    Rute baru ini dinilai potensial, sebab Bangkok memiliki potensi sebagai destinasi bisnis dan pariwisata. “Sekarang setiap minggunya hampir 1.000 penumpang untuk penerbangan Indonesia India,” ucap Arif.

    Garuda Indonesia harus bekerja keras mendongkrak pendapatan dan labanya, sebab hingga kaurtal tiga tahun ini masih merugi US$ 43,6 juta. Menurut Arif saat ini pihaknya dalam tahap investasi untuk menyiapkan mesin pertumbuhan di kuartal-kuartal berikutnya, baik untuk pasar domestik maupun internasional. “Jadi pada saat pasarnya sudah rebound kita malah udah siap lebih dulu, dan hingga kuartal empat saya optimistis membaik.”

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.