Pertamina-Rosneft Kucurkan Modal Awal untuk Kilang Tuban  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyepakati kerja sama dengan perusahaan migas asal Rusia, Rosneft, untuk pembangunan kilang di Tuban, Jawa Timur. Dua perusahaan tersebut menyepakati kucuran modal awal sebesar US$ 400 juta (Rp 5,22 triliun) untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture).

    "Pertamina dan Rosneft langsung menyetorkan deposit masing-masing US$ 200 juta sebagai milestone penting untuk NGRR (national grasroot refinery/proyek kilang baru) Tuban," ujar Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Rachmad Hardadi dalam keterangan tertulis pada Minggu, 30 Oktober 2016.

    Kilang Tuban direncanakan bakal mengolah minyak mentah hingga 300 ribu barel per hari dengan kompleksitas kilang di atas 9 NCI (Nelson Complexity Index) dan karakteristik produk level Euro 5. Bahan baku akan diperoleh dari minyak mentah sour impor dengan grade medium dan heavy. Dalam proyek ini juga akan dibangun unit catalytic cracker berskala besar serta kompleks petrokimia. GRR Tuban juga didesain untuk dapat menerima VLCC supertanker dengan bobot mati hingga 300 ribu ton.

    Baca Juga: Pertamina Terapkan 'Satu Harga BBM' di Kalimantan Utara

    Pembangunan bakal menelan biaya hingga US$ 14 miliar dan ditargetkan rampung pada 2021. BUMN Rusia itu bakal menempatkan kepemilikan maksimal 45 persen. Sebab, Pertamina menginginkan kontribusi modal minimal 55 persen. Para pihak sedang melaksanakan bankable feasibility study (BFS) proyek. Sedangkan keputusan investasi akhir (FID) proyek tersebut akan dilakukan setelah hasil BFS, desain teknik dasar (BED), dan front end engineering design (FEED).

    “Kesepakatan ini penting bagi Pertamina dan ketahanan energi nasional," kata Rachmad.

    Pertamina juga didapuk menjadi wakil pemerintah untuk membangun Kilang Bontang melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha. Investasi kilang ini diperkirakan mencapai US$ 10 miliar. Target operasionalnya adalah tahun 2025. Dua kilang ini diharapkan mampu menopang produksi BBM Tanah Air pada 2025 mencapai 2,3 juta barel per hari.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.