BI: Pekan Ketiga Oktober Inflasi Sebesar 0,09 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei pekan ketiga bulan ini oleh Bank Indonesia menunjukkan laju inflasi berada di level 0,09%.

    Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung menyatakan survei pekan ketiga inflasi berada di level 0,09%, sebelumnya pada pekan kedua bulan ini ada di level 0,04%.

    “Masih cukup rendah. Semua harga turun. Kalau di komoditas harga pangan turun kecuali cabai,” katanya.

    Direktur Penelitian Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal mengatakan daya beli masyarakat cenderung melemah setelah Idul Fitri dan Idul Adha. Efek kenaikan konsumsi jelang akhir tahun juga belum terasa dan diperkirakan terjadi pada akhir November dengan puncaknya di pekan terakhir Desember.

    Dia memperkirakan inflasi bulan ini berada di level 0,11% (mtm) atau 3,27% (yoy) dengan pendorong dari kenaikan harga sebagian kecil dari komoditas bahan pangan seperti cabai naik 30%, namun secara rata-rata harga bahan pangan naik 4%.

    “Rupiah yang relatif stabil bahkan cenderung menguat, sehingga mempengaruhi harga pangan yang sebagian diimpor dari luar negeri,” ujarnya.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menilai inflasi hingga akhir tahun diperkirakan akan melaju moderat di tengah harga pangan yang terkendali di tengah berjalannya periode basah. Inflasi pada sepanjang September 2016 tercatat 0,22% (month to month) atau 3,07% (year on year), sementara inflasi tahun kalender (year to date) sebesar 1,97%.

    Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pendorong utama terjadinya inflasi pada September 2016 berasal dari cabai merah yang mengalami kenaikan 18,80%, namun harga kelompok bahan makanan secara umum deflasi 0,07%.

    Selain cabai merah, tarif pulsa telepon selular yang naik 2,85%, tarif sewa rumah naik 0,53%, biaya pendidikan akademi dan perguruan tinggi naik 1,79%, harga rokok kretek filter naik 1% dan tarif listrik naik 0,55% juga mendorong laju inflasi September 2016.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?