Dibuka Melemah, IHSG Perlahan Menguat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kurva di papan indeks DAX di Bursa Saham Frankfurt, Jerman (29/12). REUTERS/Remote/Kirill Iordansky

    Kurva di papan indeks DAX di Bursa Saham Frankfurt, Jerman (29/12). REUTERS/Remote/Kirill Iordansky

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada perdagangan terakhir di pekan ini, Jumat, 28 Oktober 2016 dibuka di zona merah di level 5.451,50. Angka tersebut melemah dibanding pada sebelumnya pada penutupan perdagangan kemarin IHSG ditutup menguat 17,15 poin (0,32 persen) di 5.416,83.

    Pada pukul 09.05 IHSG perlahan menguat 0,11 persen atau 5,99 poin ke level 5.422,82. Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia sebanyak 99 saham menguat, 40 saham melemah, 71 saham stagnan dan sisanya belum diperdagangkan.

    Dari kawasan Asia, Indeks Strait Times Singapura masih terkoreksi di awal dagang sebesar 0,53 persen di level 2.813,81. Adapun Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,62 persen ke level 17.444,17, Indeks Hang Seng Hongkong menguat 0,09 persen di level 23.152,06, dan Indeks Shanghai Cina menguat 0,39 persen ke level 3.124,48.

    Menurut analis ekonomi dari First Asia Capital David Sutyanto, IHSG pada perdagangan hari ini akan digerakkan dengan sejumlah isu individual terkait rilis laba kuartal III 2016. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak dengan support di 5.400 dan resisten di 5.450. "IHSG cenderung menguat terbatas," ujar David Sutyanto.

    Pada perdagangan kemarin IHSG berhasil melanjutkan penguatan terbatas dalam rentang konsolidasi, ditutup menguat 17,15 poin (0,32 persen) di 5.416,83. Penguatan indeks terutama ditopang aksi beli selektif atas saham perbankan, tambang, telekomunikasi, rokok, aneka industri, dan perdagangan.

    Sedangkan saham perkebunan dan jasa konstruksi cenderung koreksi. Volume perdagangan kemarin melonjak mencapai 33,33 miliar saham terutama ditopang aksi beli spekulatif atas saham Grup Bakrie.

    David menyatakan nilai transaksi di pasar reguler meningkat mencapai Rp 6,9 triliun.
    "Secara keseluruhan pasar digerakkan dengan sentimen rilis laba kuartal III 2016 sejumlah emiten sektoral dan pergerakan harga sejumlah komoditas tambang.”

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?