Ini Alasan Cina Selalu Masuk Lima Besar Investor Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Cina selalu masuk dalam daftar lima besar negara yang menanamkan modal paling banyak ke Indonesia.
    "Cina konsisten masuk lima besar sekarang," kata Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis dalam paparan di Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2016.

    Sepanjang triwulan ketiga 2016 atau Juli-September 2016, lima besar negara asal penanaman modal asing (PMA) yakni Singapura (US$ 2,2 miliar, Jepang (US$ 1,6 miliar, Cina (US$ 600 juta, British Virgin Islands (US$ 500 juta) dan Belanda (US$ 500 juta).

    Adapun sepanjang periode Januari-September 2016, lima besar negara asal PMA yakni Singapura, Jepang, Cina, Hong Kong, dan Belanda. "Kalau Cina dan Hong Kong ini digabung nilainya masih tetap kalah dari Jepang, tapi mereka konsisten masuk lima besar," katanya.

    Dalam catatan BKPM, Cina baru masuk daftar negara teratas yang menanamkan modal ke Indonesia pada 2016. Sejak 2011, negara yang paling banyak menanamkan modal di Indonesia adalah Singapura, Jepang, Korea Selatan, Belanda, Malaysia, Inggris dan Amerika Serikat.

    Namun, posisi negara-negara itu tergeser Cina dan Hong Kong yang belakangan gencar berinvestasi di Tanah Air, terutama di sektor industri pengolahan. Sebelumnya, BKPM mencatat realisasi investasi pada triwulan ketiga 2016 mencapai Rp 155,3 triliun, naik 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 140,3 triliun.

    Capaian tersebut terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 55,6 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 99,7 triliun.  Secara kumulatif atau sepanjang Januari-September 2016, realisasi investasi total mencapai Rp 453,4 triliun, naik 13,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 400 triliun.

    "Capaian ini sekitar 76,2 persen dari target realisasi investasi 2016 sebesar Rp594,8 triliun. Kami optimistis kegiatan investasi akan semakin meningkat," ujar Azhar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.