Menteri Amran: El Nino dan La Nina Tak Ganggu Pasokan Beras  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penyuluhan kepada petani setelah acara panen jagung bersama Kelompok Tani Subur Raharjo di Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, 4 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penyuluhan kepada petani setelah acara panen jagung bersama Kelompok Tani Subur Raharjo di Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, 4 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CONgawi - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan cuaca ekstrem yang berlangsung sepanjang tahun ini tidak mengganggu persediaan beras nasional. "El Nino dan La Nina tidak jadi masalah karena kita bergerak cepat. Kalau tidak, kita bisa impor 15 juta ton beras," katanya saat panen benih padi “Hibrida Sembada” di Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis, 27 Oktober 2016.

    Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah untuk mencegah impor beras adalah memberi bantuan benih padi unggul bagi petani. Varietas benih itu di antaranya IPB 3S, Inpari, dan Hibrida Sembada. Tiap jenis itu memiliki hasil panen lebih banyak dibanding varietas lain.

    Hibrida Sembada, ia mencontohkan, mampu menghasilkan 9-12 ton gabah kering panen per hektare. Padahal hasil panen benih non-unggul maksimal hanya 5,5 ton per hektare. "Ini sangat baik untuk dikembangkan," ujarnya.

    BacaJessica Dihukum 20 Tahun Bui, Vonis Sesuai dengan Tuntutan Jaksa

    Kkenaikan hasil panen itu, ia melanjutkan, berdampak positif terhadap pendapatan petani. Jika per hektare bertambah 3 ton, secara nasional penghasilan petani padi naik Rp 120 triliun. Karena itu, pemerintah memberikan subsidi benih untuk 4 juta hektare dan bantuan gratis bagi 1 juta hektare sawah di Indonesia.

    Selain bantuan benih, pemerintah terus memanjakan petani dengan memberikan bantuan alat pertanian, memperbaiki infrastruktur irigasi, dan penyaluran asuransi bagi tanaman padi yang diterjang bencana alam. Adapun tujuannya mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

    SimakPT PGN Bangun Pipa Gas Bumi Sepanjang 7.200 Km

    Suyanto, salah seorang petani di Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur, mengatakan telah membudidayakan benih padi Hibrida Sembada sejak 2013. Dalam setiap kali panen, hasil per hektare rata-rata 10-11 ton. "Kami sangat terbantu oleh varietas ini," ucapnya.

    Sementara itu, panen benih padi Hibrida Sembada di Ngawi ini dihadiri sejumlah pihak, di antaranya Ketua Komisi Bidang Pertanian Dewan Perwakilan Rakyat Ibnu Multazam, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Hasil Sembiring, dan Bupati Ngawi Budi Sulistyono. Dalam kesempatan itu, Menteri Amran juga menyerahkan hadiah kepada petani teladan.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.