Subsidi Turun, Menkeu Fokus pada Penyaluran Tepat Sasaran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pencapaian realisasi dan evaluasi program pengampunan pajak periode pertama di Kementerian Keuangan, Jakarta, 14 Oktober 2016. Periode I program pengampunan pajak harta terdeklarasi mencapai Rp3.826,81 triliun. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pencapaian realisasi dan evaluasi program pengampunan pajak periode pertama di Kementerian Keuangan, Jakarta, 14 Oktober 2016. Periode I program pengampunan pajak harta terdeklarasi mencapai Rp3.826,81 triliun. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.COJakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penyaluran dana subsidi tahun depan diarahkan untuk lebih tepat sasaran. "Dengan penurunan dana subsidi dibanding tahun lalu, kami akan lebih fokus pada targetnya," kata dia di kantornya, Kamis, 27 Oktober 2016.

    Sri Mulyani mengaku sudah merancang strategi khusus penyaluran subsidi agar tak kembali meleset. Pemerintah akan mencatat jumlah penerima subsidi dan merancang skema pemberiannya.

    Khusus subsidi listrik, pemerintah menyiapkan Rp 45 triliun untuk rumah tangga miskin (RTM). Dana tersebut akan dibagikan kepada 19,5 juta konsumen listrik berdaya 450 VA dan 4 juta konsumen 900 VA.

    Bagi rumah tangga mampu yang selama ini menggunakan subsidi 900 VA, Sri Mulyani mengatakan akan ada kenaikan tarif bertahap. "Disesuaikan tiga kali per dua bulan," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

    Untuk subsidi elpiji 3 kilogram, pemerintah akan menyiapkan dana Rp 32,3 triliun. Dana tersebut akan disalurkan kepada 26 juta RTM dan 2,3 usaha kecil-menengah (UKM) dengan pola distribusi tertutup. "Ditargetkan berdasarkan nama dan alamat dan bertahap," tuturnya.

    Baca: Soal Lahan Mandalika, Luhut: Pemerintah Tak Bisa Diteror

    Adapun untuk memastikan subsidi pangan tepat sasaran, pemerintah mengganti penyaluran dana. Subsidi akan secara bertahap dikonversi dari subsidi pangan/beras sejahtera (rastra) menjadi bantuan nontunai atau voucher. Voucher tersebut akan diberikan kepada 14,3 juta warga miskin. Teknik penyaluran tersebut akan diuji coba di 44 kota.

    Untuk pupuk dan benih, Sri Mulyani memastikan petani bisa mendapatkan subsidi tersebut. Pasalnya, selama ini justru petani tak kebagian. Subsidi pupuk yang disiapkan sebanyak 9,5 juta ton. Sedangkan untuk benih padi dan kedelai disiapkan senilai Rp 1,3 triliun.

    Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017, pemerintah menyiapkan dana subsidi Rp 160,1 triliun. Jumlahnya menurun dibanding pagu tahun ini yang sebesar Rp 177,7 triliun.

    Subsidi energi disiapkan sebesar Rp 77,3 triliun. Dana tersebut dibagi untuk subsidi bahan bakar minyak dan elpiji  3 kilogram sebesar Rp 32,3 triliun dan subsidi listrik Rp 44,9 triliun.

    Simak: Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Membaik Sesuai Target

    Adapun subsidi non-energi disiapkan sebesar Rp 82,7 triliun. Subsidi tersebut terdiri atas subsidi pangan mendapat dana Rp 19,7 triliun; pupuk Rp 31,1 triliun; benih Rp 1,2 triliun; pajak Rp 10,3 triliun; bunga kredit Rp 15,9 triliun; dan public service obligation (PSO) Rp 4,3 triliun.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.