Rini Soemarno: Peringkat SDM RI Tidak Terlalu Baik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno memberi salam kepada wartawan seusai memberikan keterangan terkait masalah Pertamina dengan PLN di Kementerian BUMN, Jakarta, 7 Januari 2016. ANTARA FOTO

    Menteri BUMN Rini Soemarno memberi salam kepada wartawan seusai memberikan keterangan terkait masalah Pertamina dengan PLN di Kementerian BUMN, Jakarta, 7 Januari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menyebutkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara tetangga. “Kita harus bisa mencetak SDM menjadi aset negara,” ujarnya saat membuka Indonesia Human Capital Summit 2016 di Ballroom Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2016.

    Forum tersebut diharapkan merupakan awal dari perbaikan SDM. "Saya ingin menekankan BUMN harus bisa meningkatkan kemampuannya dan mencetak sumber daya yang andal," katanya. “Ini menjadi suatu keharusan untuk Indonesia mengupas kelebihan dari sumber daya manusia kita.”

    Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia Herdy Harman menyatakan, dalam konferensi yang akan dilaksanakan selama dua hari ini, akan dibahas permasalahan sumber saya manusia dari akarnya. "Summit ini bagian dari membangun Indonesia talent," tuturnya.

    Herdy menjelaskan, konferensi tersebut merupakan wadah bagi pengelola sumber daya manusia untuk saling bersinergi. “Dan melakukan pembelajaran untuk kemajuan pengelolaan sumber daya manusia.”

    Dalam forum tersebut, ada empat pembicara kunci yang dijadwalkan berpidato, yakni Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pariwisata Arief Yahya, serta Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. Petinggi dari sejumlah perusahaan ternama juga diundang menjadi pembicara, seperti CEO Citi Indonesia Batara Sianturi, CEO OLX Indonesia Daniel Tumiwa, dan CEO GE Indonesia Handry Satriago.

    CHITRA PARAMAESTI | RR ARIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.