PT Krakatau Steel Minta Harga Gas di Sektornya US$3/ MMBtu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengecekan saliran gas Perusahaan Gas Negara di dapur Rumah Sakit Angkatan Darat Gatoto Subroto, Jakarta, 20 Oktober 2016. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan institusinya tengah melakukan harmonisasi sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo untuk menetapkan harga gas industri tidak lebih dari US$6 per MMBtu. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas melakukan pengecekan saliran gas Perusahaan Gas Negara di dapur Rumah Sakit Angkatan Darat Gatoto Subroto, Jakarta, 20 Oktober 2016. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan institusinya tengah melakukan harmonisasi sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo untuk menetapkan harga gas industri tidak lebih dari US$6 per MMBtu. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Krakatau Steel Tbk meminta pemerintah harga gas di sektornya bisa berlaku senilai US$3 per MMBtu agar bisa menghidupkan kembali pabrik slab dan billet-nya.

    Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Sukandar tengah dibebani biaya gas sekitar US$7,3 – US$9 per MMBtu. Hal itu diklaim telah membuat perusahaan menghentikan operasi pabrik hulu yang memproduksi bahan baku berupa slab dan billet sehingga mengalihkannya dengan produk impor.

    Padahal kebutuhan billet perusahaan mencapai 1,1 juta ton per tahun.

    “Kalau harga gas US$3 per MMBtu kami bisa memproduksi slab dan billet sampai 2,5 juta ton. Jadi bisa menghemat devisa US$1,5 miliar. Namun, karena harga gas mahal akhirnya pabrik hulu kami tutup,” ujarnya di sela pengiriman perdana baja suiku untuk proyek tower nasional, Rabu, 26 Oktober 2016.

    Dia mengatakan komponen gas membebani 51% ke dalam biaya produksi.

    BacaIstana Sudah Terima Fotokopi Dokumen TPF Munir

    Sementara itu, PT Krakatau Steel Tbk (Persero) lewat anak usahanya PT Krakatau Wajatama bakal memasok 90% kebutuhan baja untuk pabrik tower nasional yang nilainya bisa mencapai Rp6,5 triliun untuk jangka waktu 4 tahun.

    Sukandar mengatakan pengiriman perdana baja profil dalam bentuk besi siku bakala dimanfaatkan untuk tower proyek transmisi 46.000 kilometer sirkit (KMS). “Kebutuhan baja untuk proyek transmisi ini mencapai 798.000 ton untuk 4 tahun ke depan. Lebih dari 90% dipasok oleh kami,” ujarnya.

    Nantinya, baja profil ini dipasok dari anak usahanya yaitu PT Krakatau Wajatama yang kapasitasnya mencapai 150.000 ton dengan tambahan dari PT Krakatau Osaka Steel yang beroperasi pada tahun depan dengan kapasitas 500.000 ton per tahun.

    Hingga akhir tahun, perusahaan akan mengirim 100.000 ton besi siku yang senilai Rp800 miliar. Untuk periode awal, mulai November 2016-November 2017 akan dibangun 9.085 unit tower.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?