Soal Infrastruktur, Jokowi Perlu Rp 3400 Triliun Dari Swasta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan pengantar dalam rapat koordinasi dengan para Panglima Komando daerah Militer dan Kepala Kepolisian daerah di Istana Negara, Jakarta, 24 Oktober 2016. Jokowi membahas dua hal yaitu mengenai Pungutan liar dan Pilkada. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo memberikan pengantar dalam rapat koordinasi dengan para Panglima Komando daerah Militer dan Kepala Kepolisian daerah di Istana Negara, Jakarta, 24 Oktober 2016. Jokowi membahas dua hal yaitu mengenai Pungutan liar dan Pilkada. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menegaskan pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak bisa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara saja. Suntikan dana segar dari swasta, kata ia, dibutuhkan karena anggaran negara yang ada sekarang tidak mencukupi.

    Menurut Jokowi, dibutuhkan dana dari swasta itu merupakan pengalamanya selama dua tahun memimpin Indonesia. "Tidak mungkin untuk mengejar pembiayaan infrastruktur kita yang kurang lebih Rp 4900 triliun," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang APBN di Istana Kepresidenan, Rabu, 26 Oktober 2016

    Jokowi melanjutkan, anggaran untuk infrastruktur yang tersedia dari pemerintah sejauh ini hanya Rp 1500 triliun. Dengan kata lain, kata dia, dibutuhkan suntikan Rp 3400 triliun baik dari swasta murni, BUMN, atau lainnya.

    Suntikan dana segar itu, menurut Jokowi, bisa datang apabila pemerintah berniat membantu dan memfasilitasi pihak non pemerintah berinvestasi dalam proyek infrastruktur Indonesia. Sebagai contoh, ucap dia, memberikan gambaran proyek investasi yang akan ditawarkan, lengkap dengan lokasi dan kalkulasi sementara.

    Contoh lain, bisa dengan bantuan pengurusan Izin. Hal itu, kata Jokowi, akan menjadi dukungan untuk menjamin kepastian usaha para investor agar tidak lepas. "Jangan hanya bekerja business as usual. Koordinasi, konsolidasi antar Kementerian atau lembaga juga menjadi faktor kunci," ujarnya.

    Terakhir, Jokowi menyampaikan apabila ke depannya pemerintah tidak bisa sepenuhnya bergantung pada APBN untuk proyek pembangunan, maka investasi non anggaran pemerintah bisa meningkat.

    ISTMAN MP

    Baca Juga:
    Tumpeng Ditolak Ahok, Habiburokhman: Enggak Ada Sianida, kok!
    Wiranto: Tak Ada Perintah Jokowi untuk Mengusut SBY
    Ini Pesan Muhammad Yusuf kepada Ketua PPATK Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.