Citibank Indonesia Luncurkan Kartu Kredit Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Mark Lennihan

    AP Photo/Mark Lennihan

    TEMPO.COJakarta - Citibank Indonesia mengeluarkan kartu kredit terbarunya, Citi Simplicity+. Chief Executive Officer Citibank Indonesia Batara Sianturi  mengklaim Citi Simplicity+ adalah satu-satunya kartu kredit yang menawarkan pengembalian 10 persen biaya bunga untuk pembayaran yang dilakukan tepat waktu. "Selain itu, tanpa beban biaya keterlambatan pembayaran tagihan dan bebas atas penggunaan kartu melebihi pagu kredit," kata Batara, dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Oktober 2016.

    Menurut Batara, peningkatan jumlah masyarakat urban di Indonesia memberi kesempatan bagi perusahaan untuk mengembangkan portofolio produk unggulan perbankan. Harapannya, untuk menyediakan manfaat bagi nasabah. “Terutama mereka yang sibuk dan berusaha memenuhi beragam aktivitas,” tuturnya.

    Batara menilai Indonesia menjadi salah satu negara dengan pasar konsumen yang tumbuh paling cepat di dunia. Ia mencatat, pada 2013, terdapat 55 juta orang yang tergolong kelas konsumtif. Jumlah itu diprediksi meningkat menjadi 86 juta orang pada 2020. "Masyarakat kategori tersebut adalah yang memiliki kemampuan serta upaya memenuhi kebutuhan hidup dengan layanan yang dianggap baik," katanya.

    Batara mengklaim kehadiran Citi Simplicity+ dapat memberi ketenangan kepada nasabah dalam bentuk kartu kredit. Citi Simplicity+ telah diluncurkan di Amerika Serikat, Australia, Uni Emirat Arab, Polandia, dan Rusia. Namun khusus fitur “plus” pada Citi Simplicity+ berupa pemberian pengembalian 10 persen biaya bunga bagi nasabah yang membayar tepat waktu baru diluncurkan di Indonesia.

    Batara optimistis kehadiran Citi Simplicity+ mendapat apresiasi dari nasabah perbankan. Produk tersebut juga dianggap memiliki keunggulan, yakni transparan, fleksibilitas, dan mudah. Beberapa kelebihan yang dimiliki adalah easy pay, merchant promotion, Citibank 1Bill, dan perlindungan kartu melalui Credit Shield Plus.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.