Emas Melemah Tertekan Data Ekonomi AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah menata emas batangan yang telah selesai dicetak seberat 1 kg di lokasi pembuatan emas Antam, Jakarta, 15 Juni 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah menata emas batangan yang telah selesai dicetak seberat 1 kg di lokasi pembuatan emas Antam, Jakarta, 15 Juni 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Senin atau Selasa pagi WIB (25 Oktober 2016), karena data ekonomi AS yang lebih kuat memberikan tekanan terhadap logam mulia.

    Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun empat dolar AS, atau 0,32 persen, menjadi menetap di 1.263,70 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

    Emas berada di bawah tekanan setelah laporan oleh Markit Economics menunjukkan indeks pembelian manajer (PMI) untuk sektor manufaktur meningkat ke tingkat 53,2, ukuran yang jauh lebih baik dari yang diperkirakan, menunjukkan akselerasi tajam dalam pertumbuhan selama Oktober.

    Para analis mencatat input berada pada tingkat terkuat dalam dua tahun terakhir. Ini mendorong paranvestor menjauh dari aset-aset "safe haven" logam mulia beralih ke aset-aset yang lebih menguntungkan seperti dolar AS.

    Indeks dolar AS naik 0,15 persen menjadi 98,81 pada pukul 18.15 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

    Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

    Sebuah laporan yang dirilis oleh Federal Reserve Chicago menunjukkan indeks aktivitas nasional meningkat dari negatif 0,72 menjadi ke tingkat negatif 0,14, yang para analis catat berada di atas perkiraan, dan menunjukkan penguatan di bidang manufaktur dan pertambangan.

    Para pedagang juga mencatat peningkatan dalam lapangan kerja, yang dapat memberikan amunisi lebih lanjut bagi Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga acuannya.

    Investor percaya bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember. Menurut alat Fedwatch CMEGroup, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah pada sembilan persen untuk pertemuan November 2016, dan 74 persen pada pertemuan Desember 2016.

    Para pedagang juga sedang menunggu laporan kepercayaan konsumen dan Indeks Manufaktur Federal Reserve Richmond yang akan dirilis pada Selasa, laporan perdagangan internasional dalam barang dan laporan penjualan rumah baru pada Rabu (26/10), laporan pesanan barang tahan lama dan klaim pengangguran mingguan pada Kamis (27/10), dan laporan produk domestik bruto pada Jumat (28/10).

    Perak untuk pengiriman Desember naik 11,1 sen, atau 0,63 persen, menjadi ditutup pada 17,604 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2017 naik 6,8 dolar AS, atau 0,73 persen, menjadi ditutup pada 939,10 dolar AS per ounce.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.