Menperin Minta Investasi ke Riau Ditingkatkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato usai rapat dengan Kemenko Perekonomian membahas struktur harga gas industri, di Jakarta, 4 Oktober 2016. Tempo/Richard Andika

    Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato usai rapat dengan Kemenko Perekonomian membahas struktur harga gas industri, di Jakarta, 4 Oktober 2016. Tempo/Richard Andika

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto membuka pergelaran Riau Expo 2016 dengan harapan pergelaran tersebut dapat meningkatkan investasi di daerah itu.

    "Riau memiliki banyak potensi perekonomian seperti industri minyak bumi, sawit dan CPO, kelapa, karet. Selain itu, pariwisata, kuliner dan UMKM juga berpotensi untuk dikembangkan," katanya saat membuka acara Riau Expo 2016 di Pekanbaru, Senin (24 Oktober 2016) malam.

    Kemenperin mendukung program industri CPO dengan mengembangkan Kawasan Industri Dumai dengan menjalin kerja sama dengan Pemerintahan Malaysia. Dumai merupakan kawasan industri unggulan Riau dan pintu gervang ekspor impor dan salah satu tol laut di Sumatra. Pihaknya juga mendukung peecepatan pembangunan Kawasan Industri Tanjung Buton di Siak dan Kawasan Industri Kuala Enok di Indragiri Hilir.

    Kawasan industri tersebut diharapkan dapat meningkatkan komodutas-komoditas unggulan Riau yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia. Airlangga mengatakan pihaknya juga ikut mengembangkan industri kuliner di Riau.

    Salah satu jenis makanan unggulan di Riau yaitu sagu yang tebgah digembor-gemborkan Pemprov Riau ke internasional. Kemenperin akan mendukung pembangunan industri hilir sagu di Riau, selain di Indonesia Timur. "Pertumbuhan industri kuliner mencapai 9% per tahun," katanya.

    Pagelaran Riau Expo diharapkan dapat menggenjot relalisasi investasi di sisa akhir tahun ini. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengharapkan investor gencar menanamkan modalnya di Riau melalui acara Riau Expo 2016. Andi Rachman mengakui ealisasi investasi Riau masih rendah dengan pencapaian hanya 57% dengan target tahunan Rp18,5% dari Januari hingga Oktober.

    "Karena masih banyak kawasan hutan yang belum dibebaskan. Kita sudah menyusun draft Rencana Tata Ruang dan Wilayah yang belum disahkan oleh pihak kementerian terkait," katanya. Riau Expo 2016 digelar di gedung convention center Ska CO.ex pada 24 Oktober hingga 30 Oktober 2016. Riau Expo diramaikan oleh ratusan stand dari pemerintah daerah dan pelaku usaha. Sejumlah industri yang turut memeriahkan iven Riau Expo 2016 ini, di antaranya PT. Riau Andalan Pulp and Paper (APRIL Grup).

    Direktur RAPP Rudi Fajar mengatakan keikutsertaan perusahaan dalam Riau Expo ini merupakan wujud partisipasi dunia usaha terhadap pembangunan dan iklim investasi daerah. "Program unggulan RAPP yang ditampilkan kali ini antara lain program pemberdayaan masyarakat (Community Development, -CD), program Restorasi Ekosistem Riau (RER), dan program Pengelolaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)," ujar Rudi.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.