Luhut: Sumbawa Itu Kaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang joki tengah memacu 2 ekor kerbau miliknya, dalam ajang Barapan Kebo. Balapan ini merupakan bagian dari  festival Moyo yang berlangsung di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 13 September 2015. Ulet Ifansasti / Getty Images

    Seorang joki tengah memacu 2 ekor kerbau miliknya, dalam ajang Barapan Kebo. Balapan ini merupakan bagian dari festival Moyo yang berlangsung di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 13 September 2015. Ulet Ifansasti / Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan, selain tambang emas, wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi besar, terutama di sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata. Menurut dia, meski terdapat banyak tambang Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang dapat mendongkrak perekonomian di wilayah tersebut, potensi lainnya masih sangat besar dan perlu mendapatkan perhatian khusus.

    "Ternyata Kabupaten Sumbawa itu kaya. Pertanian, peternakan, dan pariwisatanya bisa dikembangkan. Tadi Pak Bupati melaporkan produksi jagungnya bisa mencapai 2 juta ton hingga 3 juta ton tahun depan," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2016.

    Luhut melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat dan menerima paparan tentang potensi daerah dan konektivitas transportasi dari Bupati Sumbawa Husni Jibril, Senin, 24 Oktober 2016. Mantan Menko Polhukam itu mengatakan akan berbicara dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman tentang beberapa potensi yang bisa dikembangkan di Sumbawa, seperti gula dan pengembangbiakan sapi. "Tentu, dengan sendirinya, kita akan membangun pelabuhan jika potensi ini bisa kita kembangkan," ujarnya.

    Dalam pertemuan tersebut, Luhut juga telah mengidentifikasi potensi yang bisa digali dari Sumbawa, seperti bidang pertanian, di antaranya jagung, kedelai, tebu, peternakan sapi, dan sektor pariwisata. "Di dekat sini ada obyek wisata Pulau Moyo. Baiknya semua itu dibuat terintegrasi dengan pelabuhan laut dan udara," katanya.

    Luhut menilai pendapatan asli daerah (PAD) setempat yang saat ini sekitar Rp 145 miliar bisa ditingkatkan. Demikian pula anggaran belanja yang berjumlah Rp 1,5 triliun bisa dikembangkan.
    "Pokoknya kita bangun wilayah ini, tapi jangan kita tebang hutan seenaknya. Saya sudah perintahkan aparat untuk tegas memberantas illegal logging," ujar Luhut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.