Menpar Ajak Pelaku Pariwisata Raja Ampat Melek Media  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang  wisatawan berenang di Kawasan objek wisata Balbulol, Distrik Misool Timur, Raja Ampat, Papua Barat, 25 April 2015. Pengunjung dapat menyaksikan karang dan biota laut yang kaya di kawasan ini. TEMPO/Hariandi Hafid

    Seorang wisatawan berenang di Kawasan objek wisata Balbulol, Distrik Misool Timur, Raja Ampat, Papua Barat, 25 April 2015. Pengunjung dapat menyaksikan karang dan biota laut yang kaya di kawasan ini. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak pelaku industri pariwisata di seputar area Raja Ampat ikut memanfaatkan Indonesia Travel Xchange (ITX) Indonesia, platform market place yang memudahkan untuk memasarkan produk kepada calon wisatawan. 

    Arief menuturkan, pelaku industri pariwisata harus mulai melek perkembangan media digital dan memanfaatkannya untuk melakukan penjualan. 

    ITX merupakan pasar digital tempat bertemunya supply and demand side ke dalam satu platform yang lengkap, mulai sistem untuk searching, booking, dan payment

    "Jadi, pelaku industri Pariwisata yang bergerak di Raja Ampat, silakan bergabung di ITX, karena itu akan mempercepat dan mempermudah semua hal,” kata Arief dalam keterangan tertulis, Minggu, 23 Oktober 2016. 

    ITX terbagi atas dua kategori, yakni pemasok atau industri yang langsung menjual fasilitas servis, seperti atraksi, hotel, resort, homestay, airline, dan lain-lain. Kedua, kategori distributor atau pembuat paket, yang biasanya diperankan oleh travel agent atau travel operator.

    Sebelumnya, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengatakan pihaknya sudah memutuskan untuk digital friendly. Pemda menggandeng Telkomsel membangun infrastruktur telekomunikasi di Pulau Pianemo.

    “Di Kota Raja Ampat memang sudah ada Telkomsel, tapi di pulau tempat berwisata belum ada. Bulan depan akan ada 18 titik baru Telkomsel yang dipasang di pulau-pulau di Raja Ampat untuk memudahkan wisatawan berkomunikasi dan mengeksplorasi keindahan kami,” ujarnya. 

    Dia memahami media digital merupakan sarana yang ampuh untuk mempromosikan pengembangan potensi wisata. Untuk memaksimalkannya, pemda menggandeng semua pelaku usaha pariwisata di Raja Ampat dan melakukan capacity building agar melek digital. 

    "Kami juga meminta semua stakeholder pariwisata dan pelaku pariwisata melek teknologi dan rajin mengunggah semua informasi tentang keindahan Raja Ampat ke media sosial," kata Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat Yusdi Lamatenggo.

    Pihaknya juga mengemas situs resmi seperti officialrajaampat.com dan dalam waktu dekat akan meluncurkan situs baru www.rajaampatmall.com. Tak hanya itu, pemda juga tengah menyiapkan aplikasi mobile visit Raja Ampat yang dapat diunduh di telepon seluler pintar.

    BISNIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.