OJK: Dana Repatriasi Sudah Masuk Rp 10-12 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Darmansyah Haddad memberikan sambutan saat sosialisasi program Jaring di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pondok Dadap Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kec. Sumber Manjing, Malang, Jawa Timur, 13 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Darmansyah Haddad memberikan sambutan saat sosialisasi program Jaring di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pondok Dadap Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kec. Sumber Manjing, Malang, Jawa Timur, 13 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad mengatakan saat ini, dana repatriasi hasil program pengampunan pajak sudah masuk sebesar Rp 10-12 triliun. Muliaman menuturkan, dana tersebut masih berada di gateway.

    "Kami mengupayakan (masuk) sekitar Rp 160 triliun," kata Muliaman saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin, 24 Oktober 2016.

    Muliaman menambahkan, sampai akhir tahun ini, mungkin dana repatriasi yang masuk bisa melebihi target Rp 160 triliun. Dia menyatakan OJK dan Kementerian Keuangan akan terus berupaya agar dana repatriasi yang masuk bisa semakin banyak.

    Muliaman berharap program amnesti pajak dapat meningkatkan likuiditas 2017. Program ini, kata dia, diharapkan jadi sumber pertumbuhan ekonomi yang kemudian memberdayakan ekonomi lokal.

    Muliaman mengakui angka Rp 10-12 triliun dana repatriasi sebenarnya masih kecil. Dia berjanji akan berupaya agar total dana yang kembali bisa lebih dari itu. Untuk itu, Muliaman memastikan sosialisasi akan terus dilakukan.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.