PJB Investasi US$105 Juta Untuk Suplai Listrik Papua 2018

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama jajaran menteri kabinet kerja secara simbolis melepas kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) `Karadeniz Powership Zeynep Sultan` di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 8 Desember 2015. Kapal buatan Turki pada 2014 tersebut disewa PT PLN selama lima tahun. TEMPO/Frannoto

    Presiden Joko Widodo bersama jajaran menteri kabinet kerja secara simbolis melepas kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) `Karadeniz Powership Zeynep Sultan` di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 8 Desember 2015. Kapal buatan Turki pada 2014 tersebut disewa PT PLN selama lima tahun. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pembangkitan Jawa-Bali menyiapkan investasi mencapai US$105 Juta untuk 7 unit mobil power plant yang akan membantu menyuplai listrik di Papua pada 2018.

    Direktur Utama PJB, Iwan Agung Firstantara mengatakan mobil power plant tersebut proyek jangka pendek PJB dalam upaya mendukung program penyediaan 35.000 MW oleh pemerintah.

    Papua sendiri merupakan wilayah timur Indonesia yang belum teraliri listrik secara maksimal sehingga dibutuhkan pembangunan pembangkit.

    “Power Plant ini akan kami operasikan di Sorong dan Timika Papua dengan masing-masing mobil power plant berkapasitas 10 MW atau total ada 70 MW, jadi kapasitas kecil-kecil sehingga kalau sudah dibangun pembangkit besar, maka mobilnya akan menjangkau daerah yang terpencil lagi,” jelasnya di sela-sela Pameran Teknologi Connect Op.Exc -PJB Conference and Exhibition of Technology to Support 35.000 MW, Senin (24 Oktober 2016).

    Dia menambahkan sedangan untuk proyek jangka panjang sejalan dengan program 35.000 MW, PJB ingin mengambil bagian program tersebut sebesar 7.000-10.000 MW. Saat ini yang sedang dalam proses pembangunan dan perencanaan pembangkit listrik mencapai 5.000 MW.

    Proyek yang sedang berjalan tersebut seperti PLTU Cipacap satu pembangkit berkapasitas 1.000 MW, dan Jawa dua pembangkit masing-masing 1.000 MW.

    Dirjen Ketenagalistrikan, Jarman mengatakan selama ini daerah yang belum teraliri listrik mayoritas ada di Indonesia bagian timur seperti Papua dan NTT. Pemerintah sendiri menargetkan pada 2019 konsumsi listrik di Papua bisa meningkat hingga 50%.

    “Bagian timur Indonesia ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami, apalagi konsumsi listrik masyarakat di Indonesia rata-rata rasionya sekitar 953 kwh/kapita atau lebih rendah dibanding negara-negara tetangga seperti Malaysiam Thailand dan Singapura,” katanya.

    Pemerintah, lanjutnya, ingin menggenjot pemenuhan listrik tersebut pada 2019 bisa mencapai 1.300kwh/kapita.

    Dia menambahkan, upaya pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan listrik tersebut salah satunya melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PLN tahun ini Rp3 triliun, yakni untuk membangun pembangkit-pembangkit listrik.

    “Kemarin ini sudah dilakukan untuk 50 lokasi di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar yang belum teraliri listrik. Selain itu juga ada program 12.000 instalasi listrik gratis bagi masyarakat tidak mampu,” imbuhnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.