Indeks Saham Menguat 6,23 Poin di Awal Perdagangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau menguat pada awal perdagangan hari ini, Senink, 24 Oktober 2016.

    IHSG hari ini dibuka naik 0,12% atau 6,23 poin ke level 5.415,48 dan menguat 0,17% atau 9 poin ke level 5.418,24 pada pukul 09.05 WIB. Sebanyak 24 saham bergerak menguat, 6 saham bergerak melemah, dan 508 saham stagnan dari 538 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

    Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan support utama dari sektor pertanian yang menguat 1,07% dan sektor tambang yang naik 0,78%. Adapun dua sektor lainnya bergerak negatif dengan tekanan utama dari sektor konsumer yang melemah 0,13%.

    Dalam risetnya, Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksikan potensi penguatan IHSG pada perdagangan hari ini, seiring mulai masuknya capital inflow yang pekan lalu.

    Dikemukakan olehnya, optimisme penguatan juga datang dari diturunkannya BI 7 days repo rate, yang menunjukkan bahwa pemerintah sedang berusaha untuk mempercepat gerak roda perekonomian terutama di sektor riil.

    Menurutnya, support IHSG saat ini bertahan cukup kuat pada level 5.361. "Sedangkan target resistance di level 5.488 yang berpotensi untuk ditembus dalam beberapa waktu mendatang, IHSG hari ini berpotensi menguat," katanya dalam riset.

    Sejalan dengan pergerakan IHSG, indeks Bisnis27 terpantau juga menguat 0,33% atau 1,57 poin ke 481,07, setelah dibuka dengan kenaikan 0,20% atau 0,97 poin di posisi 480,47.

    Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah tipis 0,06% atau 8 poin ke Rp13.050 per dolar AS pada pukul 08.38 WIB.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.