Politisi Gerindra: Kinerja Jokowi Baru Terlihat di 2019  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berbincang dengan Wapres Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Wiranto sambil berjalan menuju pesawat kepresidenan di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 2 September 2016. Jokowi bertolak ke Tiongkok guna menghadiri KTT G20 di Hangzhou pada 4-5 September. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berbincang dengan Wapres Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Wiranto sambil berjalan menuju pesawat kepresidenan di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 2 September 2016. Jokowi bertolak ke Tiongkok guna menghadiri KTT G20 di Hangzhou pada 4-5 September. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan semua hal yang dikerjakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla baru bisa dirasakan pada 2019 nanti. Sama seperti era Susilo Bambang Yudhoyono, kinerja era pemerintahannya baru terasa di periode kedua kepemimpinan SBY.

    "Kita baru akan melihat produk kerja Pak Jokowi di 2019. Sekarang belum terlihat," kata Riza saat ditemui di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Ahad, 23 Oktober 2016.

    Riza menambahkan, hal ini terjadi karena banyak proyek besar pemerintah saat ini baru selesai pada 2018-2019. Meski begitu, Riza mengapresiasi langkah pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla yang memfokuskan kinerjanya pada program pembangunan infrastruktur.

    Baca: Minta Ahok Ditangkap, Ribuan Orang Berunjuk Rasa di Padang 

    Menurut Riza, Indonesia memang tertinggal dari negara-negara lain dalam hal pembangunan infrastruktur. Saat ini, pilihan pemerintah berkonsentrasi pada infrastruktur, dan itu adalah pertaruhan, terutama jika proyek infrastruktur itu tak membawa multiplier effect.

    Riza  berharap pembangunan infrastruktur yang memakan banyak biaya itu memiliki multiplier effect. Dia mencontohkannya dengan pembangunan waduk. Jika tak diikuti pembangunan pertanian dan irigasi, pembangunan waduk akan sia-sia.

    Simak: Al-Maidah 51, Kemenag: Awliya Diterjemahkan Sesuai Konteks

    Karena itu, Riza mengingatkan pemerintah meningkatkan koordinasi antar-kementerian agar pembangunan infrastruktur tak menjadi sia-sia karena tak memberi multiplier effect. "Harus ada koordinasi antara Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dengan yang lain."

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.