Fokus ke Empat Sektor Industri, KEIN: PDB Capai 10 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Pertimbangan PAN Soetrisno Bachir dan politisi PDI Perjuangan Arif Budimanta (kanan) saat dilantik menjadi Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) oleh  Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 20 Januari 2016. KEIN akan memberikan masukan terkait isu-isu ekonomi kepada Presiden Jokowi. TEMPO/Subekti.

    Ketua Majelis Pertimbangan PAN Soetrisno Bachir dan politisi PDI Perjuangan Arif Budimanta (kanan) saat dilantik menjadi Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 20 Januari 2016. KEIN akan memberikan masukan terkait isu-isu ekonomi kepada Presiden Jokowi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Indonesia, Arif Budimanta, mengatakan lembaganya memfokuskan pengembangan industri di empat sektor untuk menggenjot investasi. Menurut politikus dari PDI Perjuangan itu, sektor pertama yang penting untuk ditingkatkan guna menumbuhkan investasi adalah sektor agrikultur.

    "Yang kedua, maritim. Bukan hanya perikanan dan kelautan, tapi juga logistik. Selama ini, belum ada industri logistik dalam negeri yang berkembang pesat. Apa yang dikembangkan pemerintah, tol laut, merupakan bagian dari upaya menurunkan aspek negatif dari neraca jasa," kata Arif dalam diskusi di Gado-Gado Boplo, Jakarta Pusat, Sabtu, 22 Oktober 2016.

    Selain sektor agrikultur dan sektor maritim, menurut Arif, sektor lainnya yang perlu mendapatkan perhatian adalah sektor ekonomi kreatif. Dia menilai, Indonesia dianugerahi oleh keanekaragaman budaya yang begitu besar. "Sektor keempat, pariwisata. Bukan hanya destinasi, tapi industri. Ini membutuhkan logistik, makanan, dan perbankan."

    Arif mengaku optimistis, apabila empat sektor itu lebih diperhatikan pemerintah, investasi akan berdatangan, termasuk dari dana repatriasi hasil program tax amnesty. "Tapi penyelesaiannya harus secara holistik dan sistemik. Untuk mendatangkan investasi, butuh perizinan yang pasti serta infrastruktur yang solid," tutur Arif.

    Saat ini, menurut Arif, transformasi struktural sedang berlangsung. Momentum transformasi ini, kata dia, harus dimanfaatkan oleh pemerintah dengan baik. "Investasi harus dikembalikan kontribusinya terhadap pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) menjadi double digit. Kami harap, PDB bisa tumbuh 10 persen per tahun," kata dia.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?