Wadirut Pertamina Janjikan Ekspansi Energi Bersih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang menghadiri open house yang diselenggarakan Menteri BUMN Rini Soemarno di Kuningan, 6 Juli 2016. Tempo/Vindry Florentin

    Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang menghadiri open house yang diselenggarakan Menteri BUMN Rini Soemarno di Kuningan, 6 Juli 2016. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta -  Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Pertamina (Persero) hari ini sepakat menambah dua pejabat baru. Di antaranya wakil direktur utama dan direktur megaproyek pengolahan dan petrokimia. Dua orang yang mengisi jabatan ini adalah Ahmad Bambang, Direktur Pemasaran, sebagai Wakil Direktur Utama, dan Rachmad Hardadi, Direktur Pengolahan, sebagai Direktur Megaproyek dan Petrokimia.

    Ahmad Bambang berjanji bakal menjalankan tugas baru yang diembannya, salah satunya menggenjot pengembangan energi bersih. "Pertamina harus siap terhadap realitas untuk energi baru. Kalau tidak, ketinggalan," ujar Ahmad kepada Tempo, Kamis, 20 Oktober 2016.

    Baca juga: Ini Dua Direktur Baru di PT Pertamina

    Selama ini, pengembangan energi bersih versi Pertamina difokuskan pada panas bumi. Hal tersebut dibuktikan dengan PT Pertamina Geothermal Energy yang menjadi pengembang terbesar energi uap panas Tanah Air. PGE saat ini menguasai delapan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) berkapasitas total 457 MW.

    Ahmad berjanji energi lain bakal mendapat fokus yang sama. Upaya pertama yang bakal dia tempuh adalah menjaring ide dari masyarakat melalui kompetisi Ide Gila (D'Gil). Mulanya, kompetisi ini dibuat untuk menjaring ide pemasaran yang segar dari Pertamina.

    Dia menjanjikan kemitraan bagi masyarakat yang menyumbangkan ide terbaik. "Termasuk juga bagi pegiat energi baru yang butuh pengembangan. Pertamina akan menjadi mitra," ujar Bambang.

    Simak: Soal BBM Satu Harga, Begini Rencana Pemerintah

    Komisaris Pertamina Tanri Abeng mengatakan, selain energi bersih, Wakil Direktur Utama bertugas mengawal kegiatan hilir perseroan. Diketahui setahun terakhir, sektor hilir berhasil menyumbang lebih dari 50 persen pendapatan Pertamina. Sebelumnya pendapatan didominasi aktivitas hulu minyak dan gas bumi. "Karena aktivitasnya sangat luas, sampai pada shipping," ujar Tanri.

    Saat ini Ahmad masih merangkap jabatan sebagai Direktur Pemasaran. RUPS mengamanatkan penunjukan direktur baru harus terlaksana pada waktu maksimal 30 hari.

    ROBBY IRFANY



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.