Finansial Closing Tol Trans Jawa Dirampungkan November 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat dioperasikan untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Ciasem Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Desa Balingbing, Subang, Jawa Barat, 3 Mei 2015. Jalan tol itu merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang akan menghubungkan Merak Banten hingga Banyuwangi Jatim. TEMPO/Nanang Sutisna

    Alat berat dioperasikan untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Ciasem Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Desa Balingbing, Subang, Jawa Barat, 3 Mei 2015. Jalan tol itu merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang akan menghubungkan Merak Banten hingga Banyuwangi Jatim. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Jakarta - Finansial closing proyek tol Trans Jawa yang pendanaannya ikut melibatkan lembaga keuangan Dana Pensiun ditargetkan selesai pada November 2016.

    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menyatakan BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen (Persero), dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) bakal mendanai proyek yang pembangunannya ditargetkan selesai pada 2018 itu.

    “Kami harapkan financial closing November atau Desember, sehingga 2017 mereka sudah bisa membangun semua ruas dengan target akhir 2018 Jakarta-Surabaya sudah terkoneksi jalan tol,” kata Bambang dalam diskusi 2 tahun Kerja Nyata Jokowi-JK di Kantor Staf Presiden, Jumat, 21 Oktober 2016.

    Bambang mengatakan ketiga investor itu akan melakukan pembiayaan ekuitas untuk membantu pendanaan pembangunan proyek yang akan dikerjakan oleh PT Waskita Toll Road terseut.

    “Mereka masuk sebagai pemegang saham di proyek infrastruktur. Dan ini pertama kali kita mendorong dana pensiun masuk langsung kedalam kepemilikan proyek infrastruktur atau sektor riil,” jelasnya.

    Rencanannya, ada 12 ruas tol Trans Jawa yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2018, yaitu Cinere-Serpong, Depok-Antasari, Cimanggis-Cibitung, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Ciawi-Sukabumi, Kanci-Pejagan.

    Selain itu, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Pasuruan-Probolinggo.

    Presiden Joko Widodo kerap mendorong investasi agar dibangun tanpa menggunakan tanpa APBN, sehingga APBN hanya akan mendanai proyek yang betul-betul prioritas untuk masyarakat.

    Bappenas menjadi penggalang dana utama untuk pembiayaan investasi yang bersumber dari Non APBN, meliputi dana pensiun, asuransi dan lainnya. Dana-dana ini dianggap ideal untuk mendukung pembiayaan infrastruktur jalan tol karena sifatnya yang jangka panjang.

    Adapun, Bambang mengatakan dengan penempatan dana pada proyek infrastruktur, dapat menjadi alternatif pengembangan investasi bagi BPJS TK, Taspen dan SMI di tengah penurunan bunga pengembalian investasi dan surat utang negara (SUN).

    "Dengan penurunan tingkat bunga dan SUN, semua Dapen harus mencari alternatif tempat pembiayaan. Salah satunya adalah Trans Jawa, itu sangat menjanjikan,” ujarnya.

    Sebagai informasi, target dana kelolan BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 246 triliun sedangkan PT Taspen mencapai Rp160 triliun pada tahun ini.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.