Daftar 50 Perusahaan Indonesia Terbaik Versi Forbes  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Majalah Forbes. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Majalah Forbes. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Majalah Forbes Indonesia kembali memberikan penghargaan bagi 50 perusahaan terbaik di Indonesia yang telah tercatat di PT Bursa Efek Indonesia dengan kinerja gemilang.

    Chief Editorial Advisor Forbes Indonesia Justin Doebele menuturkan malam penganugerahan Forbes Indonesia Best of The Best Award Ke-6 ini digelar di Ballroom Hotel Shangri-La Jakarta.

    "Pada tahun keenam ini, daftar Forbes Indonesia menjadi tolok ukur kesuksesan bagi banyak perusahaan di Indonesia," kata Doebele, Kamis, 20 Oktober 2016.

    Menurut Doebele, kriteria penilaian tahun ini dibuat lebih ketat guna memastikan hanya perusahaan terbaik yang berhak masuk ke daftar Best of The Best.

    Penilaian didasarkan pada kinerja jangka panjang, terutama penjualan, laba bersih, dan return on equity. Perusahaan yang masuk kriteria merupakan perusahaan yang konsisten dengan kinerja pertumbuhan dalam jangka waktu 3-5 tahun.

    Enam badan usaha milik negara yang telah melantai di BEI menyabet gelar tahun ini. Enam emiten menyabet gelar lima kali berturut-turut, yakni PT Ace Hardware Indonesia Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT AKR Corporindo Tbk, PT Lippo Cikarang Tbk, dan PT Ekadharma Intenational Tbk.

    Berikut ini daftar lengkap 50 perusahaan terbaik di Indonesia 2016.

    1. PT Unilever Indonesia Tbk (Penjualan Rp 36,5 triliun)
    2. PT Surya Citra Media Tbk (Penjualan Rp 4,2 triliun)
    3. PT Pakuwon Jati Tbk (Penjualan Rp 4,6 triliun)
    4. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (Penjualan Rp 4,7 triliun)
    5. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Penjualan Rp 103 triliun)
    6. PT Bank Central Asia Tbk (Penjualan Rp 23 triliun)
    7. PT Metropolitan Kentjana Tbk (Penjualan Rp 2,1 triliun)
    8. PT Bumi Serpong Damai Tbk (Penjualan Rp 6 triliun)
    9. PT Sumarecon Agung Tbk (Penjualan Rp 5,6 triliun)
    10. PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Penjualan Rp 16 triliun)
    11. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Penjualan Rp 85,4 triliun)
    12. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Penjualan Rp 13,6 triliun)
    13. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Penjualan Rp 71,6 triliun)
    14. PT Astra International Tbk (Penjualan Rp 184 triliun)
    15. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Penjualan Rp 48 triliun)
    16. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (Penjualan Rp 27 triliun)
    17. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (Penjualan Rp 32 triliun)
    18. PT AKR Corporindo Tbk (Penjualan Rp 20 triliun)
    19. PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk (Penjualan Rp 2,5 triliun)
    20. PT Media Nusantara Citra Tbk (Penjualan Rp 6,4 triliun)
    21. PT Lippo Cikarang Tbk (Penjualan Rp 2 triliun)
    22. PT Modernland Realty Tbk (Penjualan Rp 3 triliun)
    23. PT Cardig Aero Services Tbk (Penjualan Rp 1,7 triliun)
    24. PT Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk (Penjualan Rp 2,2 triliun)
    25. PT Nusa Raya Cipta Tbk (Penjualan Rp 3,6 triliun)
    26. PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (Penjualan Rp 22 triliun)
    27. PT Tempo Scan Pacific Tbk (Penjualan Rp 22 triliun)
    28. PT Ciputra Surya Tbk (Penjualan Rp 2 triliun)
    29. PT Bank Mayapada Internasional Tbk (Penjualan Rp 5 triliun)
    30. PT Sri Rejeki Isman Tbk (Penjualan Rp 9 triliun)
    31. PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (Penjualan Rp 4,7 triliun)
    32. PT Siantar Top Tbk (Penjualan Rp 2,5 triliun)
    33. PT Metrodata Electronics Tbk (Penjualan Rp 10 triliun)
    34. PT Indonesia Paradise Property Tbk (Penjualan Rp 10 triliun)
    35. PT BPD Jawa Barat & Banten Tbk (Penjualan Rp 2 triliun)
    36. PT Metropolitan Land Tbk (Penjualan Rp 1 triliun)
    37. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (Penjualan Rp 1,5 triliun)
    38. PT Acset Indonusa Tbk (Penjualan Rp 1,4 triliun)
    39. PT Intiland Development Tbk (Penjualan Rp 2,2 triliun)
    40. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (Penjualan Rp 17 triliun)
    41. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (Penjualan Rp 1 triliun)
    42. PT Bayu Buana Tbk (Penjualan Rp 2 triliun)
    43. PT FKS Multi Agro Tbk (Penjualan Rp 13,4 triliun)
    44. PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (Penjualan Rp3 triliun)
    45. PT Batavia Prosperindo Tbk (Penjualan Rp 250 miliar)
    46. PT Ekadharma International Tbk (Penjualan Rp 532 miliar)
    47. PT KMI Wire and Cable Tbk (Penjualan Rp 3 triliun)
    48. PT Perdana Gapuraprima Tbk (Penjualan Rp 416 miliar)
    49. PT Panorama Sentrawisata Tbk (Penjualan Rp 2 triliun)
    50. PT Sekar Laut Tbk (Penjualan Rp 745 miliar)

    Keterangan: berdasarkan laporan keuangan 2015

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.