IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pialang saham tengah memantau pergerakan index saham di Bank BNI, Jakarta, 1 Agustus 2016. IHSG bergerak menguat hingga hampir 2 persen, tepatnya 1,95 persen di posisi 5.317,85. Tempo/Tony Hartawan

    Seorang pialang saham tengah memantau pergerakan index saham di Bank BNI, Jakarta, 1 Agustus 2016. IHSG bergerak menguat hingga hampir 2 persen, tepatnya 1,95 persen di posisi 5.317,85. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perkembangan bursa global yang bergerak bervariasi dan koreksi harga minyak mentah tadi malam diperkirakan akan mempengaruhi psikologis pasar pada perdagangan akhir pekan ini. Dari domestik, sentimen akan tertuju pada rilis laba kuartal III sejumlah emiten dan respons positif atas langkah Bank Indonesia (BI) yang kembali melonggarkan kebijakan moneternya.

    Analis ekonomi dari First Asia Capital, David Sutyanto, mengatakan keputusan BI menurunkan tingkat suku bunga acuannya atau BI 7-days reverse repo rate, 25 basis point menjadi 4,75 persen juga akan berdampak positif bagi saham-saham sektoral yang sensitif terhadap suku bunga atau interest rate.

    "IHSG pada perdagangan akhir pekan ini akan bergerak bervariasi dengan support di 4.380 dan resisten di 5.430 berpeluang menguat terbatas," ujar David dalam pesan tertulisnya pada Jumat, 21 Oktober 2016.           

    Semalam, bursa saham Amerika Serikat Wall Street ditutup di teritori negatif setelah menguat selama dua hari perdagangan. Indeks DJIA dan S&P masing-masing melemah 0,2 persen dan 0,1 persen di 18162,35 dan 2141,34. Selain itu, tadi malam harga minyak mentah di Amerika Serikat koreksi 2,27 persen di US$ 5043 per barel setelah adanya komentar Rusia akan menambah produksi minyaknya.

    Menurut David, koreksi di Wall Street terutama dipicu sejumlah rilis laba perusahaan yang berada di bawah perkiraan, turunnya harga minyak mentah, dan putusan Bank Sentral Eropa (ECB) yang belum memberikan arah terhadap kelanjutan program stimulusnya.

    "Draghi, Presiden ECB, kembali belum menentukan langkah selanjutnya atas program stimulusnya (QE) yang akan berakhir Maret 2017 dan pasar berspekulasi ECB akan mulai mengurangi alokasi program stimulusnya," ujar David.

    IHSG pada perdagangan kemarin kembali bergerak dalam rentang terbatas dan cenderung di teritori negatif. IHSG akhirnya tutup koreksi tipis 5,59 poin (0,1 persen) di 5403,69.

    Perdagangan saham lebih marak dengan aksi beli spekulatif atas saham-saham lapis tiga seperti saham Grup Bakrie. Sedangkan koreksi lebih dipicu aksi ambil untung atas saham tambang batu bara setelah beberapa sesi perdagangan terakhir bergerak menguat menyusul naiknya harga batu bara di pasar dunia.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?