Perusahaan Securities Financing Ditargetkan Beroperasi 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa Efek Indonesia menargetkan rata-rata nilai transaksi tahunan (RNTH) tahun depan mencapai Rp 8 triliun. Target ini meningkat 21,21 persen dari transaksi tahun ini sebesar Rp 6,6 triliun.

    Untuk mengejar target itu, BEI berecana membentuk badan hukum perseroan terbatas  yang mengurusi securities financing. Perusahaan yang dibentuk oleh Self Regulatory Organization (SRO) beroperasi pada  semester II tahun depan.

    Direktur Penilaian BEI Samsul Hidayat mengatakan, pendirian PT untuk lembaga pendanaan ini telah memperoleh izin prinsip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Kami akan bentuk PTnya, bisnis model, rencana kerjanya. Semester dua tahun depan secara operasi semoga sudah mulai berjalan. Kami ingin cepat karena mengejar target transaksi Rp 8 triliun," ujar Samsul Hidayat di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 20 Oktober 2016.

    Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengungkapkan dengan terbentuknya  securities financing,  BEI dapat secara real time memantau keuangan broker. "Kami bisa pantau berapa mereka ada. Berapa kurangnya," ucapnya.

    Menurut Tito, pendirian perusahaan securities financing secara prinsip merupakan bagian dalam memperkuat permodalan para broker. Hanya anggota bursa (AB) yang memiliki modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) di atas Rp 250 miliar yang dapat memperoleh pinjaman dari securities finance. Nantinya securities finance akan beroperasi di bawah pengawasan BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

     Tito menambahkan, saat ini modal yang disetor broker  sekitar Rp 50 miliar dengan transaksi margin yang diperbolehkan hanya 45 saham (LQ45). Apabila broker menaikkan MKBDnya sebanyak 10 kali lipat menjadi Rp 250 miliar, maka BEI akan mengizinkan broker untuk melakukan transaksi margin sekitar 200 perusahaan. “Kami izinkan mereka untuk melakukan transaksi margin sekitar 200 perusahaan karena kriterianya sudah kami relaksasi. Tidak 45 lagi."

    Tito mengatakan  pendirian securities financing juga dapat mengoptimasikan transaksi di bursa, sehingga perputaran uang yang diperdagangkan di pasar saham dapat meningkat, dan ujungkan akan membuat AB mau tidak mau akan bersaing untuk menaikkan MKBD.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.