PGN Tambah Pipa Gas Bumi 1.680 Kilometer Hingga 2019

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pengecatan pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di Jakarta, 12 Agustus 2016. PT PGN telah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi lebih dari 7.100 kilometer, atau setara 76 persen pipa gas bumi di seluruh Indonesia. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Pekerja melakukan pengecatan pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di Jakarta, 12 Agustus 2016. PT PGN telah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi lebih dari 7.100 kilometer, atau setara 76 persen pipa gas bumi di seluruh Indonesia. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) akan menambah infrastruktur pipa gas bumi sepanjang 1.680 kilometer dengan proyek pengerjaan hingga 2019. Proyek pipa tersebut tersebar di berbagai daerah, di antaranya proyek pipa transmisi open access Duri-Dumai-Medan, pipa transmisi open access Muara Bekasi-Semarang, pipa distribusi Batam (Nagoya) WNTS-Pemping, dan pipa distribusi gas bumi di wilayah eksisting dan daerah baru lainnya. "Semuanya dibangun dengan investasi PGN sendiri tanpa mengandalkan APBN (AnggaranPendapatan dan Belanja Negara)," ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup, Kamis (20 Oktober 2016).

    Heri menambahkan, total panjang pipa gas PGN pada 2019 ditarget dapat mencapai 8.656 km. Penambahan infrastruktur gas itu, katanya, dapat meningkatkan kemampuan pemanfaatan gas bumi sebanyak 1.902 juta kaki kubik per hari (MMscfd).

    Adapun tahun lalu, perseroan dapat menyalurkan gas bumi mencapai 1.591 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Pihaknya mengklaim dari penyaluran gas bumi PGN kepada pelanggan dengan cara tersebut menciptakan penghematan sebesar Rp 88,03 triliun per tahun. “Kami terus membangun infrastruktur gas bumi di berbagai daerah di Indonesia. Tujuan utamanya satu, yakni agar gas bumi khususnya yang diproduksi di dalam negeri, yang ramah lingkungan, efisien dan aman serta mudah bisa dinikmati oleh masyarakat luas."

    Dia menjelaskan perusahaan terus memperluas infrastruktur gas bumi nasional. Saat ini, 78% pipa gas bumi yang ada di Indonesia, dibangun dan dioperasikan oleh PGN.
    Menurut Heri, sampai saat ini total panjang pipa yang dibangun dan dioperasikan perseroan sudah mencapai lebih dari 7.200 km. Jumlah ini meningkat dibandingkan total panjang pipa akhir 2014 lalu yang mencapai 6.616 km. "Dengan panjang pipa transmisi dan distribusi gas bumi tersebut, PGN mengoperasikan lebih dari 78% pipa gas bumi hilir di seluruh Indonesia," kata Heri.

    Sebagai contoh, tahun ini PGN telah menyelesaikan pembangun pipa gas di Batam sepanjang 18,3 km, kemudian di Pasuruan, Jawa Timur PGN menyelesaikan pembangunan pipa gas di ruas Kejayan-Purwosari sepanjang 15 km. Lalu, ada lagi ruas Jetis-Ploso sepanjang 27 km, ada lagi di Kalisogo-Waru, Jawa Timur sepanjang 30 km.

    Heri memaparkan pipa gas tersebut memasok gas bumi yang bersih dan efisien ke lebih dari 116.600 pelanggan rumah tangga; 1.900 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.580 industri berskala besar dan pembangkit listrik. “Perusahaan mendorong upaya diversifikasi bahan bakar kendaraan dari BBM ke bahan bakar gas,” kata dia. 

    Saat ini PGN telah mengoperasikan tujuh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), ke delapan SPBG mitra, dan ke 5 MRU (SPBG Mobile). Di sisi lain, perseroan siap menambah jaringan gas bumi rumah tangga sebanyak 110.000 sambungan dalam tiga tahun ke depan. Saat ini gas bumi PGN sudah dinikmati masyarakat mulai di Sumatera hingga Papua. "Kami punya program PGN Sayang Ibu, program ini bertujuan memperbanyak rumah menggunakan energi baik gas bumi,” kata dia.

    Mulai tahun ini hingga 2019, PGN akan menambah 110.000 sambungan gas rumah tangga. Penambahan 110.000 sambungan gas rumah tanggan tersebut dibiayai atas investasi PGN sendiri, tanpa mengandalkan dana dari pemerintah atau APBN.
    "Ini juga merupakan tanggung jawab PGN sebagai BUMN dan National Gas Company di Indonesia, untuk menyebarkan pemanfaatan gas bumi yang efisien, ramah lingkungan, mudah serta aman," kata Heri.

    Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyambut baik kesiapan PGN untuk membangun jaringan gas di wilayahnya. Ganjar mengakui bahwa Jateng membutuhkan infrastruktur energi dan infrastruktur lainnya seperti jalan. “Karena itulah tahun ini kami canangkan sebagai tahun infrastruktur bagi Jawa Tengah. PGN menjadi penting bagi Jawa Tengah,” kata dia.

    Ganjar menambahkan bawa pemerintah provinsi Jateng akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada PGN untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur gas di wilayah Jawa Tengah. “Bersama-sama PGN, pemerintah Jawa Tengah akan membuat roadmap infrastruktur gas di Jawa Tengah guna mendukung penyediaan energi di Jawa Tengah,” katanya. *

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.